Showing posts with label CAREER. Show all posts
Showing posts with label CAREER. Show all posts

Friday, March 6, 2026

5 Kota Memanggil

 

Konon katanya kalau kamu merasa sesuatu kepada sebuah kota, bisa saja sudah ada kisah yang disiapkan akan dijalankan olehmu dikemudian hari. Terbersit kemudian aku merasa beberapa kota yang lumayan memanggil. Entah karna aku pernah tinggal atau akan tinggal disana. Lima kota kucoba mencari tau dari kota paling memanggil versi hidup aku di tahun 2026.

Setiap kota memiliki rasa dan makna tertentu. Mungkin bisa dijadikan sebuah refleksi apakah anda atau saya memiliki kota indah yang akan memanggil dikemudian hari. Apakah kota tersebut anda dapatkan dari celetukan teman, tak sengaja jatuh cinta dari sebuah film, atau hanya tertarik saja gitu.

#1 Kupang: Indah dengan Keberagaman

Kota Kupang, kota kasih. Sebenarnya kota ini lumayan ada keterikatan emosi antara aku dan bapak. Beliau kudengar pernah mendapatkan kesempatan untuk bisa pindah dan dinas di Kota Kupang, namun tidak pernah sampai. Entah karena belum rejeki, dan beliau tidak ingin pindah jauh dari keluarganya. Hingga, akhirnya kupikir anaknya menggantikan beliau. Ya, anaknya yaitu aku.

Pergi menjajaki dunia kerja sejak tahun 2014 di Jakarta. Tidak begitu lama. Begitu tiba tahun 2015, seorang Asri Vitaloka harus pindah dan menetap di Kota Kupang hingga saat ini. Sudah 10 tahun lebih lamanya. Kaget dengan orang-orang, lokasi, dan segala budaya. Namun, disinilah aku masih sangat mencintai NTT ditengah gempuran sekitar yang ingin kembali pulang ke rumah masing-masing.

Kupang bagiku: Sebuah kota cantik dengan toleransi tinggi. Untuk pertamakalinya kudapati kota dengan warung babi dimana-mana dan tidak menjadi sangat minoritas karena mayoritas disini adalah Kristen atau Katolik. Sebagai kota pertama, hidup sendiri sebagai Asri Vitaloka dan berdiri di kaki sendiri. Mencoba mencari tau, apa yang terjadi kemudian. Kota pertama berdiri mandiri dan mengusahakan apapun yang diinginkan. Adakah kota seperti itu bagimu?


#2 Rote: Tidak Tersentuh hingga Jatuh Cinta

Pulau Rote, dengan pelabuhan kota Ba’a. Selalu sulit menjelaskan sedang tinggal dimana ditengah banyaknya orang yang tidak mengenal pulau tersebut. Hingga sebuah kalimat paling ampuh dan lumayan menjelaskan, ”Pulau paling selatan Indonesia”. Dan selesai, orang didepanmu akan menjawab,”Haaa, oke tau”.

Sebagian perjalanan karirku dalam 10 tahun di Nusa Tenggara Timur dihabiskan di pulau tersebut. Menikmati perjalanan karir dengan menerapkan slow living namun dengan pikiran liar yang selalu bertanya,”Sampai kapan disini?”. Aku bahkan pernah membayangkan akan menghabiskan usia 30-an ku disana. Sebuah pulau tanpa ada hiruk pikuk berlebih. Bahkan menjadi pulau sepi tanpa kendaraan saat bensin lagi langka.

Rote bagiku: Sebuah pulau yang memberikan aku harapan, pelajaran, dan sebuah rasa kasih serta cinta. Aku menjadi seorang yang berbeda disana. Rote menjadi teman personal brandingku dalam perjalanan karirku. Aku mendapatkan supervisor dan manjerial pertama di pulau tersebut. Bahkan sempat kujalani kasih cinta dalam jangka waktu hampir 4 tahun saat bertugas disana (tumben). Thankyu Rote, seorang Asri belajar menjalani slow living dengan indah beragam rasa dendam, cinta, dan kasih dari keluarga besar baru disana.

#3 Sumba: Perasaan Akan Menetap 

Sumba sebagai sebuah kota pertama yang kutebak saat berada di Rote. Aku ingat aku sedang bersama teman di sebuah kafe 777, Baa. Dan kuselentingkan bahwa kemungkinan setelah ini akan ke Sumba Timur. Beberapa bulan kemudian terjadi.

Sumba menjadi sebuah pulau dengan kenangan indah, akrab, dan juga memberi kesan yang tidak akan terlupa. Kasih dengan pasangan, akrab sementara dengan beberapa teman, dan menjalin indahnya hubungan pekerjaan antara teman sekantor. Banyak perjuangan dan tidak mudah. Namun akan ringan jika tidak dijadikan beban.

Thankyu team. Tidak mudah perjalanannya. Dijauhkan dengan teman, dijauhkan dengan kekasih, dan diuji oleh malapetaka bencana yang tidak terelakkan. Kejadian Covid-19, Seroja, dan peristiwa meninggal dunia seseorang tak hanya memberi kesan mendalam dalam sebuah keinginan untuk menyerah, bertahan, dan keinginan untuk harus menguatkan sekitar padahal sendirinya juga rapuh.


#4 Labuan Bajo: Candu hingga Berulang Kembali

Kalimat pertama yang terlintas adalah sailing trip Labuan Bajo. Sejak kuliah, aku sudah mendengar tentang Labuan Bajo. Belum juga tiba karena untuk bisa kesana butuh biaya yang lumayan besar. Bahkan sekarangpun bisa dikatakan sebagai trip premium ya.

Begitu tiba di Kupang tahun 2015 dan kuputuskan untuk menjajaki Labuan Bajo segera dalam waktu sesingkat-singkatnya. Hingga 2016 tiba, akupun sampai disana. Datang, berlibur, dan merasakan sailing trip yang sangat diidamkan sejak lama. Tidak pernah aku mengetahui kota Labuan Bajo, hanya lautnya saja. Hingga kemudian aku memutuskan untuk datang kembali bahkan sebelum aku menuntaskan trip pertamaku disana.

Labuan Bajo bagiku: Sebagai pencinta laut dengan sailing dan snorkling, aku sadar bahwa semua karena Labuan Bajo. Sulit menolak cantiknya bawah laut Bajo. Kudapati diriku beberapa kali sailing kembali sejak trip pertamaku. Bersama teman, bersama kekasih, bahkan orang asing. Hingga kemudian semesta memutuskan aku untuk tinggal disini. Saat ini. Sejak 2025.

#5 Jakarta: Penuh Pengharapan dan Titik Balik.

Sebelas Bulan di Kota Jakarta. Singkat, padat, dan menjadi titik balik perjalanan karir Asri Vitaloka. Dimana Jakarta menjadi tempat aku ditolak sebuah perusahaan BUMN lain, sebut saja Telkom. Padahal aku lulusan dari Universitas Telkom. Belum berjodoh. Masih terngiang beberapa kali, saat aku harus berkeliling kompleks United Tractors sambil menangis akibat ditolak perusahaan tersebut. Haha.

Namun, di Jakarta aku tidak sendirian. Bahkan aku mendapatkan Bapak Asuh bagi muda-mudi Jakarta saat aktif dengan kegiatan Pura Rawamangun. Tidak pernah aku melupakan saran beliau. ”Pergilah bersembahyang di sudut pura disana (Pura Rawamangun) dan mintalah yang terbaik agar diberikan jalan yang mudah untuk mendapatkan pekerjaan”. Boom! Aku kembali ditolak Bea Cukai dan berhasil masuk di kantor BUMN saat ini. Terimakasih Tuhan.

Jakarta bagiku: Dengan kerasnya perjuangan tinggal di Jakarta, sebenarnya kota ini yang mengajarkan aku untuk berani pertama kali. Bahkan bukan Kupang atau Rote. Sebagai sales saat itu, berkeliaran dari Timur hingga Barat Jakarta. Naik motor melawan tingginya ban truk yang melintas di perbatasan Bekasi. Ah, seru banget.

Setiap tahun, ada saja kesempatan untuk bisa tiba kesana. Kembali datang ke Pura Rawamangun. Sweet.


(Tambahan Kota) Scotlandia: Terasa Tidak Asing.

Setelah asyik menimbang, mengingat, dan meresapi indahnya kota-kota di Indonesia yang berarti bagi hidup aku. Akhirnya kudapati diriku jatuh cinta pada kota lainnya. Bukan Paris, bukan Hanoi, atau mungkin Bangkok. Tapi, Scotlandia.

Apa karena para pria dari sana rupawan? Haha, bisa saja. Tapi, ada sebuah perasaan unik saat melihat rok motif kotak-kotak dengan nuansa merah yang terkenal digunakan oleh para pria. Tidak sedikit film-film Barat yang mengenalkan aku pada kota tersebut. Hingga jatuh cinta tidak pada pria, tapi pada sebuah kota. Semoga ada masanya, ada panggilannya, dan bisa tiba disana kemudian hari.

Scotlandia bagiku: Belum pernah sedekat itu dari sisi jarak. Terasa tidak begitu asing bahkan saat melihatnya dalam film-film. Bahkan aku merasa senang saat film Bridgerton menayangkan tarian khas Scotlandia didalamnya. Suka, tenang, dan menarik hati.

OK, Thankyu.

Kota tidak sembarang kota. Dengan perasaan unik saat berada didalamnya, aku bahkan merasa ada kota yang menerimaku dan ada yang hanya mengijinkan untuk melihat-lihat. Satu dua kota begitu berarti karena dibarengi dengan pengalaman dan pelajaran hidup. Satu dua kota menjadi berarti karena membuat aku mengenal beberapa orang yang sempat menemani hidupku dalam beberapa periode.

Lalu, bagaimana dengan kota versimu? Adakah kota yang memberikan perasaan ingin pulang, ingin mengulang, atau bahkan memberikan perasaan tenang karena kamu suka dengan kota tersebut. Atau adakah kota yang bahkan tidak kamu sukai? Yah, semua tentunya ada warna dan warni saat berada didalamnya. Saat menginjakkan kaki. Saat datang dan kemudian berpamitan.

Ada kota yang membuatnya berarti dikarenakan people didalamnya. Ada karena nuansanya. Ada karena masa indahnya. Mungkin satu dua refleksi kota bisa membuat kita tahu seperti apa kehidupan yang diinginkan. Hanya dari memori dan kenangan saat berada di sebuah kota.

Baru kemarin aku berjumpa dengan teman sekolahku. Satu ucapannya begitu membekas di hati. Ini saat terakhir kamu di NTT. Entah kenapa, ucapannya malah menyesakkan ya. Di satu sisi, aku juga merasa sudah akan habis waktunya. (Mungkin) Sudah saatnya menuju tempat baru dan peran baru.

Terlepas dengan banyak kota dan kenangan yang akan diukir dalam memori, tak jarang memberi rasa kesan mendalam mengenai bagaimana "Menjalani Setengah Hidup (lagi)". Dengan begitu, segala penuh rasa syukur akan diucapkan, segala bentuk tindakan akan dilakukan, dan banyak hal positif yang akan dipikirkan.

Thankyu, Asri Vitaloka.

Saturday, December 14, 2024

KAU AKAN BAIK-BAIK SAJA

 

Kuakui bahwa sempat tersirat kebingungan akan sebenarnya apa yang sedang dikejar? Bagaimana memastikan apa yang kau lakukan tepat dan tidak sia sia. Ditengah banyak keraguan terhadap apa yang akan terjadi terhadap momen, orang, dan sekitar. Dan aku lumayan

Jika seseorang menyukaimu namun tak ingin bersama, maka kau bukan yang diinginkan. Setiap pertanyaan dan keputusan, semua didasari oleh apa yang ada disekitar dan tertanam didalam alam bawah sadarmu. Dirimu akan sangat mempercayai satu keputusan yang dirasa sangat betul. Padahal, jika dipikirkan orang lain maka belum tentu benar.

Ada beberapa pertanyaan, yang tetiba menjadi dasar dan dirasa penting dalam perjalananku setelah tinggal di luar rumah.

Apa yang sesungguhnya penting dalam hidupmu?

Dengan lantang kujawab diriku sendiri. Tak sedikit, orang-orang memberi komentar kepada orang lain. Merasa sikapnya benar dan orang lain salah. Padahal jika sudah bisa membaca, merasakan, dan mulai dapat menjadi orang lain. Pasti selalu ada jawaban dari semuanya.

Dan semua respon, reaksi, dan komentar muncul dari alam bawah sadar yang sudah ditanam dan dipanen dari hasil bibit DNA serta lingkungan yang membentukmu.

Sebutkan, apa mimpimu sesungguhnya?

Belakangan kutak bermimpi lagi. Realita kehidupan orang dewasa, konon katanya mematikan mimpi-mimpi ditengah segala rutinitas dan kewajiban yang harus diselesaikan. Satu-satunya mimpi yang ada disaat tidur dengan harapan mimpi tersebut bukan sesuatu yang benar dan bisa terjadi di kemudian hari.

Terlepas dari itu ada yang bermimpi ingin menjadi seorang ibu, seorang wanita karir, dan masih banyak lagi. Mungkin aku bermimpi,”Bisa menjalani hidup secara maksimal dan mengupayakan apa yang kuinginkan dengan berpasrah pada tujuan ku pada akhirnya”.

Karena terlepas dari mimpi yang diinginkan? Apakah tidak pernah terbesit, sesungguhnya kehadiranmu di dunia ini untuk membawa apa. Aku terkadang penasaran. Tidak akan pernah berhasil walau diupayakan, jika memang itu bukan untukmu.


Apakah kamu puas dengan pencapaianmu saat ini?

Kupahami bahwa dengan segala kesempatan yang terbuka luas. Akan selalu ada momen bahwa seharusnya aku yang berada disana namun kenapa malah orang lain? Tapi, percayalah anda. Aku salah satu orang yang terlihat obsesi, tetapi di satu sisi jarang merasa ingin memiliki pencapaian orang. Seberapa gemilang pencapaiannya. Terkadang rasa Ikhlas, dengan rasa tak mampu tidak berbeda jauh.

Tuesday, June 25, 2024

Karirnya si Aku

 

Hi, namaku Asri Vitaloka. Sebuah nama yang kusingkat dalam sebuah branding diri hingga bermunculan di berbagai media sosial yang kumiliki. Tak jauh dari saat ini, aku akan berusia 32 tahun. Menunggu beberapa bulan yang seakan terjadi di keesokan hari. Berupaya menciptakan perjalanan karir yang terlihat dalam sebuah branding sederhana dan balutan nama "Asri Vitaloka".

Single, no children, just career and my friends.

Tidak hanya sekali kutuliskan sebuah tulisan dengan wanita dan pilihan hidupnya. Hingga beberapa waktu belakangan aku kembali menemukan beberapa saran mengenai pilihan hidup. Tak akan diberikan pilihan, jika dirimu merasa bahwa tak ada pilihan lainnya hingga kau menjalani sesuatu yang berbeda. Rasa senang, lelah, emosi dan perasaan campur aduk yang akan dialami jika kau mendapati dirimu harus mendalami peran dalam karir hingga bahkan peran dalam memimpin sesuatu. Memastikannya berjalan dengan benar, dan tanpa cela. Tapi, tentu saja itu terkadang terasa tak mungkin.

Kutakutkan menjadi orang yang tak berguna.

Berkarir dalam hampir 10 tahun entah dimanapun tempatnya. Baru kusadari bahwa aku takut menjadi tidak berguna. Sesungguhnya, ini menghasilkan kelelahan dalam fisik dan mental. Selalu berupaya memberikan sesuatu. Dikala badan dan pikiranmu meminta istirahat. Akan ada tim, momen, dan pekerjaan yang selalu mengejarmu. Bahkan diriku merasakan sungguh bersalah jika harus berdiam diri. Merasa tak pernah cukup, walaupun sudah mengerahkan semuanya.

Dan percayalah, dirimu sudah melakukan semaksimalnya. Jika waktumu sudah tak sanggup lagi menanggung upayamu, jerih payahmu. Maka kukatakan, kau sudah mengerahkan semuanya.

Sunday, March 14, 2021

2021

 

Sewaktu aku masih menggunakan laptop lama berwarna putih, ternyata tulisanku jauh lebih banyak dibandingkan saat ini. Kupikir dengan laptop yang lebih baru kesempatanku untuk menulis akan berlipat. Ternyata lebih susah untuk menuangkan sesuatu.

Masih ingat dengan tulisanku “Will Sumba be the next?”. Ternyata jawabannya cukup sederhana walaupun tidak pernah menyangka. Dan ya, jawabannya adalah iya. Aku di sumba semenjak akhir Januari 2021. Tau gitu akhir tahun ngga ngabisin waktu ke Sumba ya.

 

MUSIM HUJAN DI SUMBA

Aku bersyukur ya disambut dengan musim hujan di awal tahun di Sumba. Ya, tepatnya Waingapu. Seakan alam semesta mengatakan bahwa disinilah kamu untuk beberapa saat kemudian. Siapa yang menyangka aku akan pindah ke tempat yang biasanya dijadikan lokasi berlibur bagi sebagian besar orang.

Dan disinilah aku, berusaha membangun cerita baru. Terlebih lagi, babang Kunyu ada di ujung pulau Sumba dan butuh sekitar kurang lebih 4 jam untuk dapat berjumpa. Seru kan.

KUTAK MENGURUSI METER LAGI, BERUBAH PROFESI

Banyak yang perlu di adaptasi. Lingkungan, pekerjaan, dan semua kawan sekitar. Mungkin beberapa orang paham akan pekerjaanku sebelumnya namun kini aku tak lagi mengurusi hal seputar meter dan hal Teknik lainnya. Namun berubah menjadi mengurusi pemasaran dan pelayanan pelanggan.

Sunday, December 27, 2020

Harapan Baru dibalik Terang kala Malam di Pulau Ndao

 

 Cerita mengenai pengalaman di pulau Ndao ternyata tidak hanya menunjukan harapan baru yang bisa didapatkan masyarakat disana. Harapan baru yang muncul seiring dengan masuknya aliran listrik di pulau tersebut, ternyata juga mampu mengubah pandangan saya mengenai melayani pelanggan hingga di ujung pulau. Pandangan yang seakan memunculkan semangat serta harapan baru bagi pribadi saya untuk menjalani kewajiban di perusahaan PLN dengan sepenuh hati. 

Dulu saya kira PLN hanya ada di perkotaan. Tidak pernah terbayang akan bekerja di daerah yang ternyata masih ada “daerah belum berlistrik” ataupun menyala sebatas 12 jam/hari. Dan kini saya pun menyaksikan dan merasakan langsung semenjak bertugas di pulau Rote Ndao.

Mari simak lebih lanjut!

Lima tahun lamanya bergabung dengan perusahaan PLN, namun tidak menyangka berbagai pengalaman berhasil didapatkan. Baik itu pengalaman dalam bekerja, berpindah tempat tinggal, dan banyak hal. Sebagai seorang wanita tentunya menjadi sebuah pengalaman luar biasa untuk tinggal berpindah-pindah. Pernah mendapatkan pengalaman menjalani on job trainee PLN di Pekanbaru, penempatan di Kupang, hingga mendapat tanggung jawab sebagai supervisor di ULP Rote Ndao.

Saat ini saya berada di divisi Transaksi Energi, dimana pekerjaan mengharuskan saya untuk melakukan pengecekan pada titik-titik transaksi energi. Memastikan pengukuran energi di bagian pembangkit hingga APP pelanggan berlangsung dengan baik. Entah pelanggan yang berada di Pulau Rote dan juga Ndao. Saat ini memang untuk supervisor Transaksi Energi di Area Kupang hanya saya saja yang wanita dan inilah yang kemudian memunculkan predikat sebagai Pejuang Srikandi. Sebutan tersebut datang dari mantan atasan saya sewaktu di Kupang. Sebutan pejuang Srikandi memang sederhana namun memberikan kesan kuat dan semangat yang dapat membuat saya mantap untuk melaksanakan tugas dan kewajiban selama di Rote Ndao.

Sekitar dua tahun lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Pulau Ndao. Disinilah saya merasakan bahwa sangat bersyukur dapat menikmati listrik selama perjalanan hidup. Merasakan listrik di saat siang maupun malam hari.

Untuk pergi ke Ndao kita harus menyebrang menggunakan kapal penumpang dan berlayar sekitar satu jam lamanya. Pemandangan yang disuguhkan luar biasa. Pemandangan pantai dengan pasir putih dan birunya air laut. Mungkin kalau buat travelling akan menyenangkan, tapi rasanya untuk tinggal disana belum tentu anda betah. Kenapa?

Karena Ndao hanya menyala listrik selama 12 jam.

RASAKAN LISTRIK 12 JAM MENYALA

Saat tinggal di sebuah rumah warga, saya melihat sendiri perbedaan hiruk pikuk kehidupan disana. Saat siang keluarga akan menghabiskan waktu bersama atau sekedar menghabiskan kegiatan dengan hewan piaraan. Tidak ada nonton  TV di siang hari. Tidak ada gadget diantara kami. Yah, maklum sinyal di Ndao lumayan parah jika berada ditengah desa.

Sunday, November 25, 2018

TERANG KALA MALAM DI NDAO ISLAND


Tumbenan sih aku pergi satu hari ke pulau sebrang bukan maksud untuk berlibur, namun menjalankan tugas. Jarang, namun terjadi saat itu. Kucoba menikmati indahnya pulau Ndao dengan listrik hanya pada malam hari, sinyal pada beberapa titik pantai, dan kesederhanaan dari warga sekitar. 

Ngga perlu deh susah-susah niatin diri buat gadget detoks! Dijamin tanpa diminta kalian akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk memperhatikan orang sekitar tak hanya melihat layar handphone. Atau sekedar sok sibuk. Bukannya gimana, sinyal internet sangat susah di pulau Ndao. Hanya semalam saja, aku sudah bisa menyimpulkan. Ndao memberikan arti sendiri bagi pendatang yang berkunjung kesana. Pergi kembali ke dunia dimana sinyal internet, air, bahkan listrik tergolong hal langka disana. Jadi, bisa bikin apaan coba di Ndao?

Terkesima deh Sama Pantainya.

Perjalanan ke Ndao ngga bisa dibilang mudah ya. Butuh perjuangan naik kapal selama hampir satu setengah jam. Belum lagi gelombang laut menuju Ndao terkenal dasyat. Jangan pernah berharap bisa berangkat kesana di bulan Januari sampai Maret, dijamin parah!

Tapi, takut kalian pasti hilang kalau sudah sampai di pantai Ndao. Pantai putih bersih dengan warna cerah biru laut terkesan bikin kalian lupa dengan perjalanan kesana. Oiya, kalau ke Ndao kita bisa menyaksikan pemandangan pulau Nuse dan Do’o dari kejauhan. Seru deh!

 

Thursday, February 2, 2017

Akhirnya Panaf Semakin Terlihat


Akhir Januari 2017 menjadi satu momen membahagiakan bagi warga dusun Panaf. Akhirnya mereka merasakan cahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari. Hingga sebuah media berita memberikan judul “Setelah 71 tahun Merdeka, dusun Panaf NTT akhirnya bisa menikmati listrik” dalam artikelnya. Dalam acara peresmian tidak hanya mendatangkan GM PLN NTT, tetapi juga mendatangkan SEKDA Kabupaten Kupang, Camat, serta warga sekitar beserta kepala-kepala dusun.

Tuesday, September 29, 2015

Jangan kalah dengan predikat “KARYAWAN”

source : google


Bangun dipagi hari, berangkat ke kantor, makan siang, dan bekerja hingga lembur di malam hari. Kembali istirahat malam dan akhirnya akan mengulangi kembali kegiatan yang sama di pagi hari. Semua sama, tanpa warna. Terus mengulang, hingga sabtu menjelang. Sisa lelah di hari minggu untuk mempersiapkan diri menghadapi rutinitas di hari Senin.

Lihatlah jam sudah menunjukkan pk. 12.00 dan saatnya tiba untuk  makan siang. Semua aktifitas terkesan sama. Predikat “karyawan” membuat kita dapat menebak semua aktifitas yang dapat terjadi pada hari ini. Berbeda dengan masa kuliah dan waktu menjadi job seeker. Semua serba tidak jelas, tidak bisa ditebak, dan tanpa arah. Sekarang berbeda? Jadi kurasa kini aku tau rasanya menjadi karyawan?

Friday, June 12, 2015

Ketika Menjadi Siswa PLN Part 1


 


Setiap orang pasti menginginkan memiliki pekerjaan yang dapat memberikan kenyamanan untuk menjalani kehdupan. Tidak sedikit lulusan sarjana atau diploma berlomba mencari pekerjaan terbaik. Begitu juga aku. Jika ada yang sudah membaca “Job Seeker di PLN” dimana aku menceritakan segala proses yang aku lalui hingga saat ini telah DITERIMA

Wednesday, June 10, 2015

INDAHNYA WARNA HITAM PUTIH




Hari minggu kembali. Suasana BLK Singosari kembali menghiasi hari libur siswa diklat prajabatan angkatan 45. Ya, saat ini aku sedang menjalani kegiatan pembidangan “Distribusi” sebagai siswa diklat Prajabatan PT. PLN Persero. Minggu ini sedikit membosankan dengan kejadian yang hampir sama setiap harinya. Mulai dengan bangun pagi, ibadah, senam pagi, sarapan, pembelajaran, extra puding, makan siang, belajar lagi, dan kegiatan malam. Terus-menerus berlangsung sama setiap harinya.

Aku putuskan untuk mengambil beberapa gambar. Kegemaranku untuk mengedit foto sudah jadi rahasia umum. Biasanya aku memanfaatkan gadget Android dan

Wednesday, February 4, 2015

Jika Anda Job Seeker, Cobalah di PLN! Part 3


Selamat jika anda telah berhasil menyelesaikan tes fisik dan tes intelegensi. Berikut merupakan beberapa informasi yang dapat aku berikan mengenai tes selanjutnya. Jika anda ingin melihat tes sebelumnya maka anda dapat melihatnya pada Jika Anda Job Seeker,Cobalah di PLN! Part 2.

Jika anda masih belum mengetahui beberapa kelebihan yang terdapat di perusahaan BUMN PLN maka anda dapat melihatnya

Jika Anda Job Seeker, Cobalah di PLN! Part 2

Lulus kuliah sudah menjadi satu hal yang membahagiakan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang saat ini sedang menyusun tugas akhir atau skripsi. Kelancaran dalam menyusun dan dapat lulus tepat waktu sesuai perencanaan sudah pasti menjadi tujuan dari masing-masing mahasiswa. Jika sudah lulus kuliah, pertanyaan selanjutnya adalah “Sudah dapat pekerjaan?”.

Jika anda belum mengetahui beberapa kelebihan

Jika Anda Job Seeker, Cobalah di PLN! Part 1

Lulus kuliah sudah menjadi satu hal yang membahagiakan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang saat ini sedang menyusun tugas akhir atau skripsi. Kelancaran dalam menyusun dan dapat lulus tepat waktu sesuai perencanaan sudah pasti menjadi tujuan dari masing-masing mahasiswa. Jika sudah lulus kuliah, pertanyaan selanjutnya adalah “Sudah dapat pekerjaan?”.

Job Seeker sering diberikan kepada

Wednesday, September 18, 2013

KERJA PRAKTEK CHEVRON,DURI

Judul diatas mungkin membuat pembaca sedikit bingung dengan “Apa yang gratis?” dan “Ada Apa dengan PT. Chevron?”. Sebenarnya ini merupakan salah satu pengalaman aku saat melakukan kerja praktek di PT. Chevron Pacific Indonesia. Singkat cerita, aku melamar dan aku mendapat kesempatan besar untuk menikmati keadaan kerja di perusahaan asing tersebut. Aku juga sangat berterimakasih kepada ayah Vinda yang telah membuat segala urusan menjadi lancar.


Sunday, October 28, 2012

CHOCOLATIER product

Bermula dengan mengikuti suatu kelas Kewirausahaan. Akhirnya dipertemukan dengan dua orang kawan, yaitu Ayu Puspitarini dan  Zahra Babeth, membentuk suatu usaha bersama dalam olahan coklat.

Minggu pertama, awal bagus dan CHOCOLATIER team telah menciptakan logo, blog, twiter dan akun google+. Banyak respon positif, banyak masukan dan semuanya kami tampung, dan manfaatkan sebaik-baiknya...

Terima kasih Tuhan, mama, sahabat, bahkan orang-orang terdekat.
Bahkan terima kasih untuk Ajik dan Ibu Yogiswara Gheartha yang sudah banyak memberikan masukan terhadap produk CHOCOLATIER.

because We Chocolate You with CHOCOLATIER

Logo CHOCOLATIER Product

Our Blog of CHOCOLATIER product at chocolatiergift.blogspot.com


Jargon CHOCOLATIER Product

Berminat memberikan hadiah kepada orang terkasih? Jangan tunggu Valentine Days! Langsung ORDER saja... Terimakasih! :D

Asri Vitaloka

Wednesday, July 25, 2012

Wuis, jadi Sales itu rasanya..

Seumur hidup aku belum pernah merasakan menjadi seorang sales. Dimana jualan yang dibawa harus ditawarkan kepada calon pembeli. Disini aku diberikan kesempatan masuk dalam team “Indonesia Wi-fi” sementara karena aku sedang berada dalam proses Geladi di Arnet PT. Telkom Mataram. Dimulai dengan penawaran pihak flexi untuk mengajak kami tergabung dalam proyek yang sedang mereka lakukan. 
           car
Flexi memang salah satu perusahaan yang menyediakan layanan telekomunikasi dan masih merupakan salah satu BUMN di Indonesia. Untuk itu, bisa dibilang kalau flexi untung ya untungnya juga buat negara.