Saturday, May 11, 2019

Hai, Hidupku!


Terimakasih sudah bersabar dengan semua sifat yang ada. Terimakasih sudah mau ada diantara orang-orang yang mungkin tak harus hadir dihidup kau. Terimakasih sudah berwarna dengan segala bahagia dan sedih yang muncul silih berganti.

Segelas coklat Sturbucks dengan meja cafĂ© ala ala selalu bikin hati ingin menulis sesuatu. Setelah berbagai kegalauan mengenai membuat hati orang lain bahagia, kuputuskan untuk tak selalu memusingkan semuanya. Kuputuskan minimal aku bahagia dijalanku. Entah orang lain turut bahagia atau tidak. Kemudian, aku pun kembali penasaran sesungguhnya apa yang membuat aku bahagia dan juga sedih. Momen yang jarang aku resapi dan sadari selalu bergilir bergantian untuk membuat hidupku berwarna. Let’s check selentingan momen dan pemikiran yang bikin aku mikir akhir2 ini!

Pernah ngga kalian search di google “Apa tujuan hidup seseorang?”, seakan ingin mencoba mencari jawaban singkat ngapain sih kita selama ini. Sendirian bersama seseorang dan merasa seakan menemukan sesuatu. Kemudian kembali merasa tersesat oleh sesuatu yang kadang juga ngga jelas karena apa.

Bahagiaku, Melihat Senyum dari Kawan Hidupku.

Perjalanan yang selalu kuidamkan semenjak memiliki uang sendiri kini masih ada, namun tak setajam dulu. Keinginan bepergian ke suatu tempat tak lagi menggairahkan. Pada saat sampai disuatu tempat. Aku tau apa yang kucari. Bukan suatu tempat, namun satu orang.

Kita tak lagi ingin berada disuatu tempat dengan siapapun orangnya. Namun, kini berubah menjadi tak peduli tempatnya yang penting dengan seseorang itu. Dan aku tau. Bahagiaku, ketika bisa menghabiskan waktu bersamamu, melihat senyum dari kawan hidupku.

So, What Will Happen to Me?

Lima tahun lalu pasti aku penasaran dan ngga pernah menyangka akan dimana dan mau kemana setelah ini? Siapa yang tau aku akan menghabiskan waktu di Rote, berdiam diri di sebuah pulau terselatan Indonesia. Berusaha mengabdi di pekerjaan. Sementara dirinya menjauh menuju kearah barat.

Aku selalu membuat diriku penasaran. What will happen to me later? Akankah aku tetap bepergian dan mencoba mengenal dunia. Atau berubah tema untuk semua tulisan yang akan kuterbitkan di blog. Atau apa? Aku hanya selalu penasaran apa yang harus aku lakukan.

Ngga Jarang, Aku Tersesat.

Semoga buka tersesat dalam arti sesungguhnya. Sewaktu anda berada di pulau terkecil dengan rutinitas yang tak banyak, maka tak jarang anda mendapati pikiran yang dipenuhi banyak hal tidak jelas. Kurasa aku tersesat. Jika anda search di google dan berharap mendapatkannya. Maka kujamin yang ada, hanya banyaknya ceramah mengenai agama. Atau anda harus kembali kepada Tuhan.

Seperti pembicaraanku tadi siang. Diapun mengatakan,”Di agamaku, jika kamu tersesat dengan segala pikiran tak mengenakan maka perbanyaklah ibadah”. Sebuah ucapan singkat dari seorang pria yang akhirnya membuatku kembali berpikir dan memutuskan,”Oke, aku setuju padamu”.

I need a team! What for?

Tak ada manusia yang kuat menjalani hidupnya sendiri. Menjaga diri untuk selalu stay pada tahap waras, itu tidak mudah. Kita butuh sebuah tim. Dari kecil, anda memerlukan tim yang bekerja sama untuk membesarkan anda hingga masuk ke sekolah. Mereka adalah orang tua. Begitu dewasa, anda membutuhkan minimal satu orang lainnya. Dia adalah kawan hidup anda. Jadi, aku butuh tim.

Ditengah segala ketidak jelasan mengenai hidup. Dan juga perasaan tersesat yang ditimbulkan. Kurasa, aku lebih terarah jika berdua. Kupikir aku tak harus selalu kuat dan berpikir sendirian. Untuk itu. I need a team. What for? For the rest of my life, together with him.

No no. Tak Semua Seperti Dugaanmu..

Rasanya indah disaat sedang tak sedih. Dan juga sedih dikala tak lagi bahagia. Begitu menuliskan tulisan ini, tak sengaja aku menemukan sebuah tulisan dari Adjie dalam sebuah blog. Empat hal yang sebenarnya lumayan menjawab dan merangkum segala momen yang selalu kupikirkan tak dapat dipenuhi. Kucoba share.



Jadi, udah paham kan. Semua yang dipikirkan ternyata memang harus begitu kejadiannya. Yang dianggap tak mudah ternyata memang saat ini itulah yang terbaik. Jalani aja. Semua akan bergulir. Thanks to my life. Hidupku yang sudah sabar menjalani beragam hal.
Aku salut.

Asri Vitaloka | Calon Penulis.

Thursday, April 18, 2019

Rasaku Ikut Pemilu di Selatan Indonesia

sudut potret pelabuhan Ba'a, Rote

Pertama kali nyoblos dalam pemilu Indonesia 2019 di pulau paling selatan Indonesia, yaitu Rote Ndao. Kebayang kaya apa mules dan deg-degannya?

Dari sekian banyak pro kontra akan memilih 01 atau 02, kubulatkan tekadku untuk tetap memilih salah satu diantara mereka. Paling tidak aku sudah mendapatkan satu hak dan juga kewajibanku untuk ikut bersuara untuk Indonesia dalam 5 tahun kedepannya. Nah, bedanya situasinya bukan di dekat rumah melainkan pulau paling selatan Indonesia. Jadi, aku mau share sedikit gimana sih perasaanku mengenai pemilu kemarin. Bukan perasaan tentang ebeb lo ya.

Pertamax Gan!

Kalian ngga akan bayangkan. Mau berangkat kantor aja bangunnya susah setengah mati. Tapi, demi memberikan satu suara berarti di Rote aku rela bangun jam 5 pagi. Mandi baru jam 6.15 sih. Demi hanya untuk merasakan sensasi men-coblos pertama kali seumur hidupku. Jadilah aku sudah di tempat pemilihan jam 7 teng! Jam 7 guys!

Drama Ga Terjadi Hanya di Korea, tapi ditempat TPS.

Awalnya si aku rada ngga percaya diri bisa nyoblos di 17 April 2019 kemarin. Tapi kunekatin aja pergi ke KPU sekitar seminggu sebelum pemilihan hanya untuk memastikan diriku dapat nyoblos di 17 April ini. Dan singkat cerita aku berhasil memegang surat A5. Surat sakti yang membuat namaku masuk dalam kategori DPTB (daftar pemilih tambahan) kira kira gitu singkatannya.

Sudah yakin banget bisa milih di hari pemilihan dari jam 7 pagi. Eh, ternyata bapak-bapak ketua TPS nya nyuru aku dating lagi jam 12. Rasanya kek miris kek mana gitu. Gagal sia-sia bangun pagi jam 5 pagiku. Hahaha…

Friday, March 22, 2019

Perpisahan, Titik.

ngga pake koma si ya. 

Sudah lama ya aku ngga nulis di tahun 2019. Sama sekali ngga ada tulisan. Tidak ada perjalanan yang memang jalan-jalan. Semua dilakukan tanpa sengaja. Ada memberi makna, namun tidak punya banyak gairah untuk dituliskan dalam sebuah tulisan. Hingga akhirnya aku mencoba untuk menulis tulisan “Perpisahan, Titik”. Ya, titik. Tanpa koma. 

Kok bisa sedang galau? Atau patah hati? Mungkin ya, sebagian tidak. Anggap saja ini cuap-cuapanku di tahun baru. Nanti dosa aja kenapa ngga ada tulisan di tahun 2019. Jadi mari kembali menorah sebuah cerita yang siapa tau bisa mencolek sebagian khalayak yang baca. Kuharap tidak menyakiti hati beberapa orang yang memutuskan untuk membaca ini.

Perpisahan, titik. Sebuah judul yang kurasa cukup untuk menggambarkan seperti apa situasi yang diharapkan namun tak mudah di lakukan. Siapapun dapat menilai dengan mudah. Banyak pengingat disekitar yang sudah kau abaikan, demi kebahagiaan semu seperti kata orang. Sesekali rasanya ingin percaya apa kata orang. Tapi terlalu lelah untuk menepis. Hingga akhirnya kuputuskan menyerah dan aku percaya.

Percaya dulu aja deh!

Pernah melihat tulisanku mengenai “Pasangan Beda Agama”? Alih-alih percaya pada apa yang kuyakini, kemudian kuputuskan menyerah. Awalnya aku hanya percaya dan memutuskan masa bodo dengan banyak apa kata orang. Kujalani hidupku seakan musik dangdut ada di setiap langkah. Yah, walaupun menggerutu tetap ya dan ngga mungkin goyang pinggul tiap saat. Intinya kunikmati apapun perasaan yang ada saat itu.

Keliatan kan masa bodoku. 
Beneran nih masa bodo. Percaya bisa?

Kok kaya ada yang kurang pas.

Pernah ngerasa kaya pergi kemana terus berasa lupa sesuatu tapi ngga ingat? Yah, kurang lebih perasaannya kaya gitu. Ada yang hilang tapi ngga tau apa. Hingga akhirnya aku tau ada yang ngga beres. Kucoba untuk menikmati hidup, berusaha melanjutkan kisah bahagia yang setiap hari kupupuk. Tanpa mengindahkan perasaan hilang sebagian. Gitu, tau kan? Kaya ada yang ngga beres tapi ngga tau apaan.

 Itu tuh bukan topiku! Punya bli Made..

Monday, December 31, 2018

Capek ngga sih jadi diri lo? Make Yourself SHINE (2019)

make yourself shine


Aku ngga lagi semangat untuk membuat resolusi di tahun 2019. Jujur aja semenjak kepindahanku di Rote, semua fokus beralih pada pekerjaan. Dengan tanggung jawab baru ternyata dapat membuat seluruh perhatianmu berubah. Begitu juga dengan perhatian terhadap dirimu sendiri.

Capek ngga sih jadi diri lo? Aku sih iya. Selama ini aku begitu tertarik pada hal-hal yang dapat membuat diriku berkembang. Tapi dengan waktu 24 jam dan segala rutinitas beberapa waktu belakangan membuat hubungan sosial dengan keluarga, teman, dan sang pemilik hati seakan susah untuk membaginya.

Sibuk menyenangkan hati semua orang

Terkadang kita tidak pernah tahu apa yang benar-benar diinginkan. Hingga kuliah berakhir semua masih tentang menyenangkan orang lain, seperti orang tua. Begitu kencang keinginan menjadi terbaik demi orang lain hingga tak sadar membuat kau melupakan jati dirimu sendiri. Tidak paham akan apa yang menjadi tujuan hidup. Semua hanya mengenai kesibukan menyenangkan hati semua orang.

Kamu hanya sibuk memikirkan,”Apa yang Orang Lain Pikirkan?.

Sunday, November 25, 2018

TERANG KALA MALAM DI NDAO ISLAND


Tumbenan sih aku pergi satu hari ke pulau sebrang bukan maksud untuk berlibur, namun menjalankan tugas. Jarang, namun terjadi saat itu. Kucoba menikmati indahnya pulau Ndao dengan listrik hanya pada malam hari, sinyal pada beberapa titik pantai, dan kesederhanaan dari warga sekitar. 

Ngga perlu deh susah-susah niatin diri buat gadget detoks! Dijamin tanpa diminta kalian akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk memperhatikan orang sekitar tak hanya melihat layar handphone. Atau sekedar sok sibuk. Bukannya gimana, sinyal internet sangat susah di pulau Ndao. Hanya semalam saja, aku sudah bisa menyimpulkan. Ndao memberikan arti sendiri bagi pendatang yang berkunjung kesana. Pergi kembali ke dunia dimana sinyal internet, air, bahkan listrik tergolong hal langka disana. Jadi, bisa bikin apaan coba di Ndao?

Terkesima deh Sama Pantainya.

Perjalanan ke Ndao ngga bisa dibilang mudah ya. Butuh perjuangan naik kapal selama hampir satu setengah jam. Belum lagi gelombang laut menuju Ndao terkenal dasyat. Jangan pernah berharap bisa berangkat kesana di bulan Januari sampai Maret, dijamin parah!

Tapi, takut kalian pasti hilang kalau sudah sampai di pantai Ndao. Pantai putih bersih dengan warna cerah biru laut terkesan bikin kalian lupa dengan perjalanan kesana. Oiya, kalau ke Ndao kita bisa menyaksikan pemandangan pulau Nuse dan Do’o dari kejauhan. Seru deh!

 

Wednesday, October 24, 2018

FACTS ABOUT ME! 26 Y.O.


Berhubung secara kebetulan hari ini aku sedang berulang tahun. Jadi aku iseng aja mau nulis beberapa fakta mengenai diriku. Mungkin ngga penting banget si ya. Tapi coba deh kalian nyobain untuk bikin beberapa fakta tentang dirimu. Kalau kalian sadar, secara tidak langsung ini akan membuat kita semakin mengenal mengenai diri.

Sudah tau seperti apa diri anda? Kelihatan deh biasanya kekurangan, kelebihan, minat, dan ngga doyannya dimana. Nah, ini bisa kita jadikan sebagai satu modal untuk membuat sesuatu yang spektakuler didepan. Beberapa fakta buat aku akan kusuguhkan dalam sebuah artikel dibawah. Yah, siapa tau kan ada yang iseng kepo dan minat kenalan. Loh?
 
Mungkin aku sadar, sebagai satu wanita yang iseng banget buat bikin beberapa target entah menjelang tahun baru atau ulang tahun. Yah, bisa dikatakan aku orang yang menyukai target. Itu membuatku memiliki sebuah motivasi untuk melakukan sesuatu hal baru. Tapi aku sadar juga sih, ditengah segala kesibukan harus pandai dan sadar diri mana kegiatan diluar pekerjaan yang masih bisa dilakukan. 

Oke tanpa panjang lebar. Beberapa fakta tentang aku.

Doyan Makan!

Jelas banget sih, kalau kalian liat badan dan kebiasaanku. Doyan amat sama makan, nyemil, dan kegiatan memanjakan lidah. Ku hanya suka. Macam film “Confessions of a Shopaholic” yang selalu belanja untuk ngilangin stress. Menurutku, sesaat cuma kegiatan makan aja dimana perhatian akan beralih dari pikiran ke lidah. Dan itu sungguh menyenangkan. Ngga cuma doyan masak, aku senang banget ngeliatin orang memasak, nungguin makanan matang, dan nyobain makanan tentunya.

Aku jadi ingat temenku keinget aku waktu nonton Venom, katanya,”Venom makan terus ngga pernah kenyang kaya kamu”. Tersiksa.