Sunday, June 30, 2024

Counting Down 32 Years Old


 Oh, Mo. Nulisnya deg-degan. Sekitar empat bulan kedepan aku akan menyentuh satu angka lagi. Bertambahlah usiaku. Good days start here. Setiap momen, setiap langkah, dan setiap rencana tak terduga tak akan pernah muncul serta terjadi tanpa ada alasannya.

Yak. Satu usia dimana dari dulu aku disuru untuk mencari satu hobby dan kesibukan. Ops, kau temukan dirimu ternyata tak hanya menemukan satu.Tapi banyak. Thankyu you. Thankyu for the moments.

Setiap kali kurasakan diriku tak kemana-mana. Kudapati kemudian bahwa diriku hanya bosan. Begitu agak lenggang sedikit, mulai menyerah dan mendapati diri overthingking berlebih. Tapi kusempatkan diriku untuk mengingat sudah melakukan apa saja. Dan mendapatkan apa saja. Jadi, mari mulai membahas hal-hal yang mungkin belum tentu penting bagimu tapi memberi kesan berbeda padaku.

YES FOR LICENSE DIVING

Sejak tahun 2016, sudah mulai kudapati bahwa diriku penasaran terhadap alam bawah laut. Mendapati diri mulai mencoba snorkling hingga akhirnya tak pernah berhasil melakukan free diving. Efek kurangnya mencari tau dan latihan. Akhirnya kudapati, di akhir tahun 2023 sebuah momen dimana aku mencoba untuk fun diving dengan buddy tanpa license. Hingga akhirnya beberapa bulan kemudian kuputuskan mengambil license di tempat yang sama. Thankyou Tulamben.

Jujur ya. Diakui saja. Momen patah hati itu luar biasa. Kau mendapatkan satu momen patah hati dan boom! Kau dapati dirimu mulai merasa bisa mendapatkan apapun yang kau mau. Mencoba apapun. Salah satunya hingga kau menemukan apa yang kausukai.



SEKOLAH S2

Kalau yang ini agak berbeda ya. Sudah ada juga muncul keinginannya, emang belum kesampaian aja. Hingga akhirnya ada satu kawan jauh mengajak untuk sekolah dan boom! Kudapati diriku sudah melewati satu semester dengan jatuh bangun dan mendapatkan nilai sempurna. Pernah ga tuh, lagi holiday dan kau dapati sebagian harimu dihabiskan di hotel untuk mengerjakan tugas? Ya, itu aku. Dan parahnya aku ngga papa. Malah happy.

Ngga banyak orang yang memahami bahwa penting kok mendapatkan satu tittle lagi dibelakang namamu. Memberimu satu kepercayaan diri. Lebih percaya daripada sebelumnya. Lebih paham dibandingkan sebelumnya. So, thankyu Telkom yang sudah mau menampung aku (lagi).


MENAMBAH 1 JOURNEY KE LUAR NEGERI

Setelah keberhasilanku ditengah tahun 2023, yaitu bepergian sendiri ke Singapore. Maka kuputuskan untuk menambah lagi perjalanan lainnya. Sebelumnya aku hanya ingin mendapatkan stemple untuk buku passpor yang terlanjur akan kadaluarsa di tahun yang sama. Daripada kosong ye kan? Akhirnya kuputuskan mengambil satu negara aman namun mahal, dan berhasil bepergian sendirian. Dan tebak? Setelah satu buku paspor baru, aku diberi kesempatan untuk transit di Malaysia. Dan kudapati bahwa diriku sepertinya akan menambah satu journey lagi di tahun ini. Amin.

Kita terbiasa mendapati banyak keterbatasan didalam diri. Terbuai denga napa kata orang. Bahwa kau tak kan bisa. Mendapati bahwa kau akhirnya tak kemana-mana. Risiko selalu ada. Dan aku ingat satu alasanku bepergian adalah agar aku tau alasan tepat untuk memberi informasi kepada anakku kelak. Kalau dikasi kesempatan.


MENAMBAH 1 JOURNEY DI DALAM NEGERI

Wishlist yang tak ditulis, adalah bepergian menyentuh pulau besar di Indonesia. Seakan tak pernah menemukan tempat seindah Indonesia. Aku senang bepergian di dalam negeri, walaupun harganya yang lumayan. Kujatuh hati bukan pada orang, tapi pada tempat. Tahun baru 2024, kudapati diriku menjajaki satu pulau cantik yaitu Derawan. Berupaya untuk melihat whaleshark, namun belum mendapat kesempatan. Hingga akhirnya digantikan dengan mengunjungi satu tempat yang sedari dulu sudah diinginkan, yaitu Labuan Cermin.

Aku sadar bahwa tak jarang Tuhan mengagalkan satu hal untuk mengingatkanmu pada keinginanmu yang lainnya. Labuan Cermin menjadi pengganti dari whaleshark yang ga muncul di akhir tahun. Ini lebih daripada apapun. Thankyou Tuhan. Aku siap menambah satu journey lagi di tahun ini, apa mungkin Toraja?



BERPINDAH TEMPAT (LAGI) ?

Pernah kuinfokan ya? Dalam tiga tahun terakhir sejak 2021, aku sudah berpindah tempat sebanyak 3 kali. Kalau tahun 2024, akan kemanakah aku? Bolak-balik merasakan Rote dan Sumba dalam periode yang singkat. Banyak kenangan dan momen menyenangkan sekaligus menyedihkan. Tapi, kudapati dengan ikatan sekuat itu, kau akan mendapatkan dirimu semakin kuat dalam menghadapi momen dan rasa yang dulu pernah ada.

Walaupun setiap tempat memberikan banyak cobaannya masing-masing, diterima saja dan pastikan itu menguatkan bukan melemahkanmu. Karena tidak pernah diberikan jika tak kuat menerimanya. Tak pernah mendapatkan, jika tak pantas menerimanya.



PENGEN NGAPAIN DALAM 4 BULAN KEDEPAN ?

Dalam empat bulan kedepan, kurasakan bahwa sepertinya akan ada kemungkinan akan bergerak (lagi). Mencoba menikmati satu dua pengalaman baru, seperti nonton konser Bruno Mars kali ya? Aku lagi mencoba mengambil satu momen untuk self potraitku tahun ini. Semoga segala yang sudah dimulai diatas akan terus bermunculan kesempatan baru untuk melanjutkannya. Kita lihat ya, kemana suara hati memanggil untuk mencoba hal baru dan bisa menjadi sebuah cerita di kemudian hari. Tapi, terlepas apapun yang ada kuucapkan terimakasih banyak Tuhan, orang sekitar, dan kejadian baik buruk yang sudah terlewati. Tidak akan pernah siap, namun selalu terkejut dengan banyak hal yang masih terjadi hingga saat ini.

Dan siapa tau akan ada orang baru yang memberi warna. Mau menerima. Mau mendengarkan dengan sabar. Tahun-tahun yang akan datang. Dan akan kusapa dengan hangat,”Hai, orang baru!”.

Thankyou. Asri Vitaloka.

Tuesday, June 25, 2024

Karirnya si Aku

 

Hi, namaku Asri Vitaloka. Sebuah nama yang kusingkat dalam sebuah branding diri hingga bermunculan di berbagai media sosial yang kumiliki. Tak jauh dari saat ini, aku akan berusia 32 tahun. Menunggu beberapa bulan yang seakan terjadi di keesokan hari. Berupaya menciptakan perjalanan karir yang terlihat dalam sebuah branding sederhana dan balutan nama "Asri Vitaloka".

Single, no children, just career and my friends.

Tidak hanya sekali kutuliskan sebuah tulisan dengan wanita dan pilihan hidupnya. Hingga beberapa waktu belakangan aku kembali menemukan beberapa saran mengenai pilihan hidup. Tak akan diberikan pilihan, jika dirimu merasa bahwa tak ada pilihan lainnya hingga kau menjalani sesuatu yang berbeda. Rasa senang, lelah, emosi dan perasaan campur aduk yang akan dialami jika kau mendapati dirimu harus mendalami peran dalam karir hingga bahkan peran dalam memimpin sesuatu. Memastikannya berjalan dengan benar, dan tanpa cela. Tapi, tentu saja itu terkadang terasa tak mungkin.

Kutakutkan menjadi orang yang tak berguna.

Berkarir dalam hampir 10 tahun entah dimanapun tempatnya. Baru kusadari bahwa aku takut menjadi tidak berguna. Sesungguhnya, ini menghasilkan kelelahan dalam fisik dan mental. Selalu berupaya memberikan sesuatu. Dikala badan dan pikiranmu meminta istirahat. Akan ada tim, momen, dan pekerjaan yang selalu mengejarmu. Bahkan diriku merasakan sungguh bersalah jika harus berdiam diri. Merasa tak pernah cukup, walaupun sudah mengerahkan semuanya.

Dan percayalah, dirimu sudah melakukan semaksimalnya. Jika waktumu sudah tak sanggup lagi menanggung upayamu, jerih payahmu. Maka kukatakan, kau sudah mengerahkan semuanya.

Jika kau rasa dirimu tak pernah cukup, maka berhenti berpikir.

Pernah merasa dirimu tak pernah cukup? Menyelesaikan ekspetasi orang lain seakan mengepel hingga kering air lautan di pinggir pantai. Mustahil. Berhenti menyakiti dirimu dengan merasa tak pernah merasa cukup. Siapapun yang berada di hadapanmu juga sedang memantaskan dirinya dalam keadaan yang bisa saja baru dihadapinya. Mereka terbiasa dengan jam terbang. Dan itu hal biasa yang bisa terjadi pada siapapun.

Tak pernah merasa cukup, hanya akan menguras tenagamu. Membuatkanmu pikiran yang tak penting bertubi-tubi hingga menggangu banyak hal baik disekitarmu. So, berhentilah berpikir.

Beristirahatlah, berikan dirimu sebuah waktu.

Belum lama kudapati sebuah isu akan bergerak. Seketika kudapati diri memasuki mode fight. Berupaya untuk memperjuangkan sesuatu yang belum jelas terlihat. Dirimu, tubuh dan pikiranmu. Seakan mengambil alih badanmu. Berupaya mempersiapkan hal terbaik dan takut merusak sesuatu yang justru belum terlihat. Hay, dirimu. Anda bukanlah sebuah robot.

Ini bukan medan perang dengan perangkat robot yang menempel di badan kasarmu. Bersikaplah layak selayaknya memastikan dirimu hanya sebagai human yang butuh beristirahat. Tidak harus selalu bersiap dan menjadi sempurna.


Tak mudah menjadi dirimu, apalagi orang lain.

Kudapati dirimu saja terkadang menyerah, apalagi orang lain. Tak sedikit yang menyimak dan melihat bahwa dirimu sedang berpura-pura. Namun, sebagian hanya berjumpa dengan topengmu yang memperlihatkan kau baik-baik saja. Iya, tak mudah menjadi dirimu. Apalagi orang lain.

Jangan pernah meragukan dirimu yang ingin menjalankan kehidupan dengan sempurna. Tak harus selalu kuat. Beristirahatlah jika kau lelah. Kembalilah jika kau telah siap. Selalu akan ada tempat untukmu.

Kenang masa lalu secukupnya, dan sambut hangat masa depan.

Silahkan tanyakan pada diriku. Sanggupkah aku menjalani masa lalu dua kali? Tentu tidak. Namun kini kutetap berdiri menghadapi ketakutan masa depan dan tak jarang lupa merasakan. Telah banyak kenangan masa lalu yang memberikan modal kekuatan untuk menghadapi hal- hal di masa depan. Kau tak pernah percaya. Namun, dengan berat hati kusampaikan,”Kau telah sampai”.

Tidak mengetahui masa depan sungguh membuatmu bingung. Yang kau butuhkan adalah menyambutkan hangat, seakan mengenakan selimut hangat di malam dingin dan membawa secangkir teh hangat didepanmu. Gelap, cuaca dingin, namun kau aman (bersama teman-temanmu).

Kalau kamu lagi ngerasa butuh bacaan acak dan agak bimbang dengan pikiran serta mood yang ada? Boleh deh nyobain check tulisanku yang berjudul "Ga Papa". Aku ngga berjanji dari apa-apa kamu bisa ga papa setelah baca ya. Yah, minimal mungkin ada satu dua hal yang bisa kamu dapat.

Salam – Asri Vitaloka.

Sunday, April 28, 2024

GA PAPA.

 

Sebut saja “hatimu mengikuti ke mana tubuhmu pergi”. Sebuah ungkapan yang kudengar disebuah drama Korea waktu lampau. Jika egomu membuatmu bingung dan berupaya memaksakan hal yang tidak mungkin. Maka cobalah untuk mendengarkan hatimu.

Rasanya rindu sekali ingin menulis sesuatu. Kuupayakan untuk menyempatkan waktu. Namun, banyak hal seakan mengambil waktu dan perhatian. Awal tahun 2024, bukan sesuatu yang luar biasa. Tidak dibuka dengan prestasi, namun dengan sebuah kejadian.

Belakangan kuakui, tak sedikit kejadian membuat kejutan yang tidak diharapkan. Sejak setahun belakangan. Beberapa hal baru yang menuntut ketegaran, kekuatan, dan bahkan pikiran yang jernih untuk menjalaninya. Tak sedikit pendapat orang membuat diri geram, merasa iba, dan memberi kekuatan di waktu yang berbeda. Tapi gapapa, dirimu akan baik-baik saja.

JANGAN JATUH

Banyak yang mengatakan pertemanan dua orang antara wanita dan pria biasanya didasari dengan perasaan. Bisa saja iya, bisa saja tidak. Tapi, yang kupastikan. Seseorang bisa merasakan nyaman atau tidak menceritakan sesuatu hal rapuh dan dalam, ditengah dirinya tak paham bisa bercerita kepada siapa.

Aku mungkin tidak bisa menceritakan banyak hal disini. Tapi, suatu momen dimana seorang kawan mengatakan “Jangan jatuh” ditengah banyak pesan yang terkirim. Dan percayalah dua buah kata sederhana namun memberikan banyak kekuatan.

Akhirnya kusadari. Gapapa, menghabiskan sedikit waktumu untuk orang lain. Apalagi yang sangat membutuhkan. Setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing. Sesederhana kata “jangan jatuh” yang kudapatkan.

Maka, kusampaikan juga “jangan jatuh” kepada kalian yang sedang menghadapi apapun yang dirasa melelahkan dan menghabiskan banyak perhatian serta menyebabkan energi negative disekitar.



TAWA KENCANGMU

Pernah merasa bahwa kau sudah menjalani kehidupanmu dengan sewajarnya dan sebaik-baiknya. Hingga satu telepon yang dibuka oleh suara tawa seperti biasa, kemudian disambut dengan “Ternyata dirimu belum baik-baik saja ya, terdengar dari suara tawamu”. Mungkin tak jarang, kita tak pernah menyadari apa yang sudah kau tampilkan untuk membuat tameng diri. Hingga akhirnya seseorang diluar sana memberitahumu.

Setiap orang selalu memiliki cara untuk menjalankan kehidupannya. Gapapa, berlaku kuat. Dan juga gapapa memutuskan untuk bersedih dalam beberapa waktu. Tak sedikit yang tak biasa jujur. Banyak yang mengira jujur kepada orang lain sangat susah, namun tak jarang justru sebaliknya.

Jujur kepada diri sendirilah yang tak terkesan mudah namun jarang dilakukan.



SELF LOVE

Sesederhana dalam mengatakan “self love first”, dan ini tidak pernah menjadi sederhana. Bagaimana dirimu memperlakukan diri sendiri akan mempengaruhi bagaimana dirimu menanggapi orang lain. Aku pun lama menyadari hal ini. Tak pernah mudah menghadapi orang lain, jika kita tak selesai dengan diri sendiri.

Tak kusangka dulu, memiliki waktu sendiri sangat melelahkan. Dimana terasa energi datang dari orang disekitarmu. Tapi ternyata. If you think you done with yourself, everything just be fine. Entah kau sendiri atau bersama dengan siapa.


NOW, YOU ARE READY.

Oke, entah kenapa saat menulis tulisan ini. Aku merasakan ada sesuatu yang terngiang,”Now, you are ready”. Setelah sekian banyak hal yang menimpa. Banyak kejadian yang berubah dengan cepat dan tidak sesuai keinginan. Hingga akhirnya seakan-akan sekitar berkolaborasi dan menciptakan hal-hal menyenangkan yang sudah kau idamkan sejak lama.

Gapapa untuk menciptakan tamengmu. Gapapa menggunakan sentilan kawanmu untuk menjadi lebih kuat. Semua gapapa. Temukan suatu momen, kebiasaan, dan ciptakan momentum hingga sekitar memberikan apa yang kau butuhkan serta kau inginkan.

Hingga masa lalu tak lagi menganggu. Bahkan masa lalu tak akan mengalahkan apapun yang sudah kau lakukan untuk sampai dititik,”Yeah, Now I am Ready” for the biggest things can happen at our life.

Dalam perjalanan menemukan dirimu, tak sedikit orang yang membutuhkan bantuan orang lain. Sedikit menggunakan bantuan teman dekatnya, orang tua, bahkan psikolog dalam perjalanannya. Tak semua mengerti apa yang kau alami. Maka, berupayalah semaksimal mungkin untuk dirimu. Hingga kau siap bersama dengan seseorang yang memahami, tak menganggapmu sebagai beban, bahkan siap menjalani indahnya dunia bersama dan menjadi pilihan disetiap momen dan ditengah banyaknya kesempatan untuk tidak memilihmu.

Jadi, tulisan ini menyiratkan. Apapun yang kau hadapi saat ini. Gapapa. Semua akan berlalu dan baik baik saja. Jika kau bingung dengan pikiranmu, maka ikutilah selalu hatimu.

Salam. Asri Vitaloka.

Saturday, December 23, 2023

Love

Setiap orang memiliki versi lovenya masing-masing. Tak jarang kadar cinta yang diberikan orang lain kepadamu berdasarkan pengalamannya dengan orang sebelumnya atau bisa juga disebabkan dari hasil traumanya sedari dulu. Yang dipahami adalah biasanya jika ingin bahagia kita seharusnya mendapatkan cinta. Setelah cinta diberikan maka kelanjutannya adalah sebuah komitmen yang dibungkus dengan pernikahan.

Satu pertanyaan muncul kemudian. Kenapa tak sedikit orang yang mengungkapkan jika ingin bahagia justru jangan menikah? Karena terkadang untuk mendapatkan cinta, dibarengi dengan putus asa, kecewa, dan rasa tidak bahagia dibelakangnya.

Seperti menanam sebuah tanaman. Dimulai dengan kegiatan memilih, membayangkan, dan akhirnya memutuskan. Tanaman mana yang akan dibawa kedalam kehidupan sehari-hari. Sebut dan coba bayangkan satu tanaman. Dengan segala rasa bahagia didalam hati dan mencoba membayangkan akan seperti apa kedepannya. Tanaman tersebut dibawa pulang dengan harapan ia akan tumbuh dan menemanimu dalam jangka waktu yang lama.

Tak pernahlah relate tanaman dengan sebuah cinta atau hubungan sepasang kekasih. Tapi ini adalah hal yang ingin kusampaikan.

KUPILIH SATU SEPENUH HATI

Ada sebuah gerai bibit tanaman di sebuah jalan menuju ke pusat kota. Kubayangkan untuk bisa masuk kedalam. Berusaha berkeliling dan menemukan satu bibit tanaman yang memanggil agar dapat dibawa pulang. Bukan satu bibit terbaik, namun bibit tepat yang akan kupilih dengan segenap hati. Maka, aku pilih satu bibit dengan sepenuh hati dan akan dibawa pulang.


Pasangan hidup tentunya tak sama dengan tanaman. Tidak pernah sesederhana itu. Namun, jika boleh diumpamakan. Momen memilih bibit tanaman diibaratkan sebuah pertemuan yang selalu didambakan. Bertemu dengan satu pilihan yang akan menjadi satu-satunya pasangan hidup dikemudian hari. Selama proses memastikan dan akhirnya memutuskan untuk menjalankan. Satu-satu perasaan silih berganti. Berupaya memastikan apakah dia orangnya atau malah hanya membawa kepedihan di akhir cerita?

Setiap orang tak pernah dengan sengaja ingin membawa kepedihan dalam hidupnya. Tapi berbeda dengan orang lain yang berdampak kepada hidup orang lain. Terkadang orang lain tak cukup piawai untuk memastikan dampak apa yang bisa disebabkan oleh dirinya.

Tak sama. Tapi setiap memilih satu dengan sepenuh hati, maka sudah seharusnya kutautkan hatiku sepenuhnya. Berupaya memastikan kedepan hanya ada tawa, bahagia, dan juga masa depan yang cerah.

SEMANGAT MEMBERIKAN KEHIDUPAN

Kupastikan memegang dengan erat. Satu buah pot dengan bibit tanaman yang telah tertanam didalamnya. Kupegang kuat dan kupastikan tidak merusak potnya. Berjalan menyusuri jalan sambil berusaha membayangkan seperti apa indahnya jika bibit ini tumbuh dan berkembang. Apakah ia akan hidup atau mati perlahan dikemudian hari? Tentunya rencanaku adalah membawanya pulang, meletakkannya dengan indah disamping jendela. Kemudian dengan semangat memberikan kehidupan dalam bentuk air, matahari, dan kasih sayang untuk bertumbuh.

Selayaknya bersemangat dalam memulai sesuatu. Saat berhubungan dengan orang baru, akan ada sebuah rasa cinta bertubi-tubi. Terkadang menyenang, tak jarang juga memuakkan. Semangat memberikan kasih sayang, perhatian, serta cinta di awal hubungan. Semangat memimpikan hal-hal indah yang akan terjadi. Berharap semua akan mudah dan terus ada dalam jangka waktu yang lama.

Tidak akan pernah bisa dibayangkan. Semangat bertubi-tubi akan diimbangi dengan cobaan yang silih berganti hadir diantara kalian. Namun pertanyaannya. Apakah kita rela mendapatkan cobaan ditengah hadiah selanjutnya ada kebahagiaan dan rasa hati penuh diantara satu dan lainnya.

MEMILIH UNTUK BERSABAR

Air yang cukup, matahari yang bersinar, dan tak lupa kata-kata kasih sayang kepada bibit tanaman. Berharap dari hari ke hari bahwa bibit akan menampakkan dirinya menjadi tunas. Tunas yang akan berubah hingga menjadi sebuah daun muda dan solid dikemudian hari. Itu keinginanmu. Tapi, apakah akan sabar menunggu selama ini? Memilihlah untuk terus bersabar.

Sebuah perjalanan dalam berpasangan itu kurasa tidak mudah. Aku bukan sepasang pasutri yang sudah mendapatkan asam garam kehidupan. Hanya pengamat dari jauh dan pernah merasakan sebuah hubungan jangka pendek. Selama perjalanannya akan ada kesabaran yang terus diuji. Memilih untuk bersabar menjadi hal yang terus diperjuangkan.

Bersama dengan orang lain dalam satu dua tahun itu tidak pernah sebentar. Apalagi lebih dari itu. Akan ada perasaan jatuh cinta, kecewa, dan banyak sabar di sepanjang perjalanan yang ada. Lalu, masihkah anda bersabar dan terus memutuskan menunggu?

TUMBUH MENJULANG

Muncullah sebuah hari membahagiakan. Bagaimana jika tunasmu akhirnya memberikan kebahagiaan dengan memutuskan tumbuh menjulang di dalam pot yang telah kau pilihkan. Tumbuh hijau, menjulang, dan begitu sehat. Kesabaranmu terasa terbayarkan. Keputusanmu untuk terus bersabar memberikan hari-hari indah. Satu ketidakpastian terjawab dalam beberapa momen. Maka kutitipkan doa untuk teruslah tumbuh menjulang, wahai bibit tanaman.

Naik turun hubungan sebuah pasangan pasti dirasakan. Bahkan pasangan paling langgeng dan tidak memiliki masalah, justru tak sedikit memutuskan untuk berpisah di akhir cerita. Dan tak sedikit juga yang penuh dengan drama, namun ternyata merasa saling membutuhkan hingga akhir hayatnya.

Selayaknya tanaman yang tumbuh menjulang ditengah kesabaran si pemilik. Begitu pula sebuah hubungan. Tak pernah sadar apakah ini sedang tumbuh menjulang atau bahkan akan mati perlahan.

Pernah ada sebuah ketakutan didalam hati seseorang. Bagaimana jika kamu memutuskan menanam tanaman yang salah? Bagaimana jika kamu memutuskan bersama dengan yang tidak kau cintai? Berkutit dengan komitmen pernikahan hingga akhirnya memutuskan menderita hingga akhir hayat. Tau apa yang kupikirkan?

Sebuah hubungan terjadi karena dipilih dan diundang oleh dirimu sendiri. Berupaya memperbaiki diri adalah sebuah antisipasi agar tidak menemukan pasangan yang salah dan buruk. Ini bukan upaya menemukan seseorang yang sempurna, hanya untuk memilih pasangan yang dapat melengkapi satu sama lainnya.

Satu lagi. Tidak semua orang di dunia ini memiliki sebuah kesempatan untuk mendapatkan pasangan dan hidup bersama belahan hatinya. Terkadang kita pun tak sadar jika belahan hati yang dicari sudah ada disekitar. Pernah bertemu, namun selalu diabaikan. Maka berusahalah lebih keras, agar soulmatemu tidak tertutup oleh ego dan keinginan yang terlalu muluk-muluk. Ego dirimu yang selalu berupaya menolak banyak hal baik yang semesta anggap sesuai untuk melengkapi hari-harimu mulai saat ini, esok, dan hingga akhir hayatmu.

Salam - Asri Vitaloka