Monday, April 16, 2018

Kali Pertamaku di Rammang-Rammang!

cuplikan dari si Rammang-Rammang!


Pernah mendengar jatuh cinta pada pandangan pertama? Hmm aku salah satu yang percaya pada momen tersebut, namun sekaligus menyangkal bahwa suka pada pandangan pertama biasanya tak bertahan lama kemudian.

Rammang-Rammang, Maros, Sulawesi Selatan pernah menjadi satu tempat yang kuidamkan semenjak jatuh cintaku pada foto-foto yang beredar di instagram mengenai tempat itu. Dan yak, sampailah aku di suatu kesempatan yang tidak terduga. Sendirian, tidak terduga, dan berkeliling bak orang asing yang memang baru pertama kali sampai di pulau cantik Sulawesi. Berharap ngga kena nakal dari orang asing dan hanya ingin datang untuk menikmati satu sungai amazonnya Indonesia, yaitu Rammang-Rammang.

Pekerjaanku sebagai pegawai BUMN membuat aku harus bener-bener curi waktu banget untuk mewujudkan keinginanku mengelilingi pulau di Indonesia. Hingga satu hari kesempatan datang kepadaku untuk mengunjungi Marros. 

Hanya dengan memanfaatkan transit selama 8 jam lamanya, kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk makan Coto Makassar langsung di bandara Makassar. Dan melihat serta merasakan sensasi alam di Rammang-Rammang. Mau tau kaya apa persiapanku kesana?

 Cotto Makassar di Bandara Sultan Hasanudin
Karena Sendiri, Kuputuskan Memanfaatkan GOCAR

Beruntungnya aku. Salah satu transportasi online sudah masuk di sekitar kota Makassar. Kalau ngga? Bayangin aja. Kalau aku harus sewa mobil, aku harus mengeluarkan sekitar 350K tanpa ditemani supir. Kebayang ngga nyetir sendirian di kota orang? Rada serem sih ya. 

Sebenarnya dengan 8 jam perjalanan aku bisa kok menghabiskan waktu ke Rammang-Rammang dan mampir ke kota Makassar untuk sekedar kuliner. Namun, kemarin kuputuskan hanya menikmati satu wisata saja. Dengan mengeluarkan uang sekitar 250K aku sudah ditemani bolak-balik bahkan ditungguin sama supir GOCAR. Mahal? Kurasa iya. Yah, namanya juga pergi sendiri ya. Kita ngga punya banyak pilihan.

sendirian aja.

 ini nih kaka GOCAR!

Kukasi info nih ya :

Buat ke Rammang-Rammang perjalanan dari bandara sekitar 45 menit dan kalau kamu berniat akan main ke kotanya juga? Mending persiapkan perjalanan sekitar satu jam untuk bolak-balik Bandara-Makassar, ditambah dengan perjalanan dari Rammang-Rammang ke kotanya. Jauh kan ternyata? Jadi, bener-bener siapin banget itenary kamu jangan sampe pesawat kamu selanjutnya keburu take off ya…

Hmm, Kita Mulai dengan Menyewa Perahu

Jadi kalau memutuskan kesana mendingan group ya atau minimal 2 orang deh. Karena kalau mau sewa perahu anda diharuskan membayar 200K untuk 2 orang, 250K untuk 4 orang, dan selanjutnya. Jangan khawatir ya, disana juga disediakan penyewaan topi untuk 5K/orang. Masih terjangkau lah ya. Berhubung sebelumnya aku hanya sendirian, kuajak sekalian deh si abang GOCARnya. Daripada ngga ada yang motion aku ya sis, mending kuboyong deh sekalian. 

mojokan di kapal, biar ga oleng.

 kapal-kapal berkumpulan diatas air tenang...

Kukasi info nih ya :

Saat mau naik perahu sebenarnya sih aman-aman aja kalau membawa barang, tapi mending bawa secukupnya. Kan serem kalau pas ditengah jalan perahunya kebalik karena ngebut-ngebutan sama kapal tetangga? Jadi, bawa secukupnya dan bikin diri kamu nyaman ya sis. Karena naik kapal itu buat dianterin ke ujung rawa untuk melihat pemandangan alam yang hijau banget.

Indahnya Sensasi Menaiki Kapal untuk Berkeliling

Salah satu keinginanku saat mengunjungi Rammang-Rammang hanya satu, yaitu naik perahu keliling Rawa. Kukira akan lama banget ternyata sekitar 15 menit kalau aku ngga salah dari Dermaga satu hingga ujung rawa. Cobalah untuk duduk dan menikmati indahnya sensasi menaiki perahu sambil melihat pemandangan air rawa, hijaunya tumbuhan sekitar, dan bebatuan yang begitu besar didepan mata. Semuanya begitu nyata, layaknya pemandangan sungai Amazon bedanya ini di Indonesia. 

hiruk pikuk perahu mau parkir

 salah satu view saat naik perahu

Sesekali saat naik perahu, anda akan melihat perahu lainnya dari arah berlawanan. Terkadang perahu akan melaju kencang di jalur lurus kemudian berhenti sebentar untuk berbelok. Rasanya tenang sekali, walaupun suara motor perahu begitu nyata di belakang anda. Sekilas anda ngga sengaja bisa mengingat film-film dengan latar sungai Amazon tambah buayanya pas lagi diatas perahu. Untung aja ngga dimakan.

Kukasi info nih ya :

Kalau tau instagramnya @her_journeys, ada satu spot cantik di kawasan wisata Rammang-Rammang yang pemandangannya cantik banget. Namanya Taman Batu. Nah, nanti mulai deh lirik-lirik pas lagi naik perahu ya. Taman Batunya letaknya terpisah dari kawasan wisata di ujung rawa. Dicobain deh..

Intinya Cintai Indonesia, kalau bukan Anda yang keliling siapa lagi?

Kalau aku bisa bilang. Pergi melihat daerah Rammang-Rammang kaya pergi ke satu tempat dengan paket lengkap, hanya kurang sensasi pantai. Dengan kesana, sensasi naik perahunya dapat. Efek tenangnya juga berasa banget. Selain itu, anda dapat menikmati sensasi rawa dengan tumbuhan hijau dengan bebatuan. Tak hanya itu, pemandangan sawah dan pemandangan goa juga dapat anda saksikan saat mengunjungi area Rammang-Rammang.

muka satu ku - latar tanaman hijau gituh

ala ala hand in frame ku di area Rammang-Rammang

nah ini nih latar bebatuan mau liat goa gitu

pastinya pemandangan sawah juga ga kalah bikin sejuk
 
Kukasi info nih ya :

Setiap perjalanan yang kupilih biasanya harus menunjukan satu khas yang belum sempat kurasakan saat berada didaerah lain. Hingga akhirnya kulihat satu dua foto mengenai Rammang-Rammang, jatuh cinta dan memilih untuk melihat serta merasakan langsung sensasi yang diceritakan orang kepadaku. Baik melalui instagram maupun blog personal.

Akhirnya kuputuskan untuk menyempatkan diri melihat indahnya Indonesia, dimulai dengan jatuh cinta kemudian tercipta kesempatan. mungkin tak selalu bisa kujalani.

Oke, itu dia banyak kataku mengenai Rammang-Rammang dan kusempatkan untuk membagi pengalaman menyenangkanku melihat Indonesia bagian kota Marros. Sempatkanlah kesana, selagi bisa. Jangan lupa kunjungi blog aku tentang “One day at Sumba Timur”

cuplikan "Garuda Wisnu Kencana" by Asri Vitaloka

Bakalan coming soon juga tentang pengalamanku waktu melihat indahnya perubahan Garuda Wisnu Kencana di Bali yang katanya bakalan menyaingi tingginya piramida di Mesir bahkan menyaingi tingginya patung Liberty, Paris. Thankyu.

 Calon penulis, Asri Vitaloka | Darah Bali kelahiran Lombok di 26 tahun lalu.

No comments:

Post a Comment