Thursday, September 7, 2017

Kutautkan Hatiku pada Alor

 
Kutautkan hatiku sementara pada, Alor.

Sebagian kecil orang mungkin beranggapan keinginanku ke Alor hanya membuang waktu dan uang? Tapi lebih dari itu. Ada sebuah kenangan yang ingin aku coba ungkit, walaupun susah karena lemahnya ingatan masa kecil. Ada tempat yang ingin diterka keberadaannya yang dulunya hanya disebut dari segelintir cerita mamaku. Bahkan kalau pun bisa. Aku ingin mengingat kejadian waktu kecil, yang katanya kuhabiskan cukup lama untuk tinggal di Alor. 

Bahkan cukup seringnya mama aku menceritakan kalau anak balita pertamanya hampir hilang dibawa warga Alor yang tak sengaja ketemu aku pas lari keluar pura. Mungkin gitu ya kejadiannya? Aku mana ingat. 

Nah, berhubung dikit lagi usia aku menginjak 25 tahun ada beberapa hal yang ingin kulakukan. Mengenang masa kuliah? Sudah. Yuk Baca "Siapa yang bisa menolak Bandung?. Dan kini saatnya menarik tali-tali kehidupan yang berada disekitarku di kala aku kecil. Ternyata itu, adalah Alor.
Ternyata ngga cuma Labuan Bajo aja yang bisa dijadikan destination andalan kalau mau liat bawah laut NTT. Masih ada Alor yang nyimpen beberapa titik bawah laut yang bikin kamu bahkan mau ngiler di bawah sana. Pergi ke Alor dalam dua hari lebih sedikit membuat anda tentunya akan mencari tempat yang berbeda dengan padatnya kota. Kalau punya dua hari lebih sedikit, bisa kaya aku ya. Sehari keliling kota dan sehari penuh keliaran diatas laut.

 udah jatuh cinta dengan Alor belum?

Bak Princess Desa Takpala

Sebuah desa yang berjarak sekitar sejam dari kota Alor. Tinggal di maps biasa, pasti ngga bakal nyasar kalau kesana. Jangan pernah lupa untuk nyobain baju adat Desa Takpala yang pastinya bikin kamu berasa jadi putri desa setempat. Bayarnya tergolong murah hanya 50K saja dan ngga perlu bayar biaya masuk ya. Seikhlasnya aja!

bapak penjaga Desa Takpala

action para Takpala abal-abal depan Mesba

Dengan 14 keluarga di desa tersebut, kamu bakal bisa melihat seperti berugak atau lopo-lopo. Eh itu bukan buat tempat duduk tapi tempat mereka tinggal lo ya. Selain sebagai pengunjung biasa, seperti beberapa tamu bisa memesan untuk disambut secara khusus disana. Cukup membayar biaya sebesar 2,5 juta kalian udah bisa disambut dengan beragam tarian khas disana.

Nah, sekedar informasi juga bakal ada event di tanggal 20 Juli setiap tahunnya. Event apaan? Rahasia, langsung aja deh cobain bulan Juli kesana.

Nah perlu kalian tau nih!

Kalau misalpun harus nyampe dari Kupang siang hari? Kalian bisa kedua tempat, kaya Desa Takpala terus lanjut Air Panas Tuti ya. Nah beda tempat satu sekitar 45-60 menit dari tempat satu ke tempat lainnya. Misalnya mau cari air terjun bisa sih, tapi kayanya agak jauh. Paling kalian bisa menikmati sunset di pinggir pantai karena sepanjang perjalanan kalian akan melihat pantai.

crew Rayon Alor, usaha terus biar betah trus bisa pindah

Pulau Ternate, Pura, Hingga pulau paling pojok!

Setelah menikmati semalam di kota Alor dengan menginap di sebuah hotel (aku bahas nanti ya), akhirnya kami sampai di tujuan utama melihat bawah laut Alor. Yang katanya ketjeh banget!

jangan lupa topi dan syal kamuh!

 muka lusuh kawan aku

Dengan menyewa sebuah kapal seharga 700K untuk banyak orang dan alat snorkling lengkap sharga 50K kalian udah siap mengarungi perairan sekitar kepulauan Alor. Penyebrangan dimulai dari Alor Kecil. Nah, ternyata sekitar pinggir pantai sudah bisa keliatan ya bawah laut Alor yang beraneka ragam. Cantik banget sodara!

 cuplikan dari bawah laut Alor ya!

Nah, singkat cerita kami keliling dan please tolong jangan lupakan sunblock tebal kalian. Bayangin aja cuma keliling pulau dari jam 11 siang sampai sekitar jam 4 sore aja kulit sudah terbakar.

Nah dengerin cerita aku deh!

Kalau kalian beruntung kalian nanti ketemu ikan kembung yang ngga lagi kembung. Hehe, aku juga ga liat. Ini temen aku yang liat. Terus ingat! Hati-hati dengan ular laut belang-belang bisa ditemukan dimana-mana. Ini katanya beracun mamen. Dan selalu yang utama, yaitu SUNBLOCK! Terlalu terik. Liat aja sebagian besar kulit orang Alor kan? Mereka memiliki kulit hitam mengkilat yang cantik, tapi hati-hati bagi kulit kalian ya. Siapin sunblock kalau ngga mau kulit berubah drastis.

baru nyampe sudah disambut

Kalau kalian baru turun di bandara Mali, Alor dan menuju perjalanan ke kota. Kalian akan melihat sebuah pantai cantik bernama Moli? Atau apa ya? Hehe aku lupa. Lupa nama, bukan berarti bikin aku lupa dengan indahnya biru langit dan kemilau cahaya matahari yang memantul di permukaan air laut! Cantik. Aku aja kalah cantik.

Nah, ini mungkin beberapa pertanyaan yang bakal muncul pada kalian yang akan ke Alor ya?

Kemana-mananya naik apa?

Berhubung aku ada kawan sohib banget dan akhirnya kami nebeng! Tapi buat kalian yang emang ngga ada kawan sama sekali, bisa kok menyewa mobil seharga 300K selama 12 jam kalau tidak salah. Mau kontaknya? Hubungi aku aja, nanti kukasi kontaknya gratis!

Makanan susah ngga sih?

Aku rasa sih ngga ya. Ada beberapa tempat yang ditawarin pas disana. Kaya makan prasmanan Jember, makanan khas Lombok, dan satu restaurant wajib kalau disana, yaitu si Resto Mama. Tapi, aku rekomendasikan buat makan ikan dan makan makanan khas Lombok. Enak banget kaya makan masakan rumah. Oiya, kalian harus agak tabah pas lagi bayar makan ya rada mahal sedikit soalnya.

Nginapnya dimana yaaaa ?

Ada beberapa rekomendasi dari aku. Untuk semua hotel budget di kota Alor, Cuma Nur Fitrah Hotel aja yang agak seram tapi punya pemandangan luar biasa pas baru bangun. Cuma seharga 220K aja kalian udah dapat kamar single atau double bad dengan pemandangan keluar pintu langsung kearah laut dengan pemandangan perbukitan yang rancak bana! Pokoknya ngga nyesel deh.

view depan kamar anda kalau menginap

 sarapan roti dan teh hangat

uluran tangan ngga pernah bohong

Terus, ngga cuma sampai situ aja. Kalau ingin merasakan menginap di pulau terpisah, seperti di Kepa. Aku udah nyobain La Petite Resort ya. Ada web lengkapnya kok di google.

Apa sih bagusnya La Petite Resort?

Buat kalian yang mau gaya gaya ala bule dan kembali ke jaman sederhana dimana rumah masih pake bedeg bukan tembok. Tau bedeg kan? Aku anggap tau.

Resort yang terletak terpisah di pulau Kepa ini memiliki keunikan tersendiri. Yang aku tau ada beberapa jenis kamar, seperti standart room, basic room, dan traditional hut. Wuuu hanya dengan budget sekitar 275K-375K kalian udah dapat sebuah ruangan dengan kasur jaman si Doel anak sekolahan. Atau pingin merasakan sensasi tidur kaya rumah adat desa Takpala yang kaya lopo-lopo gitu bisa menginap di traditional hut. Aku jamin sensasinya beda banget, apalagi yang bareng suaminya. Hidup kalian berubah jadi sederhana dan luar biasa.

kulangkahkan kakiku dengan sisa tenaga menuju resort

 muka polos tanpa ngerti lagi ngapain

 santap makananmu dengan tembikar

sekilas kamar standart, biar penasaran

Udah ya segitu dulu aja. Rasanya senang banget merasakan sensasi pulau Alor. Menarik kembali beberapa kenangan masa kecil yang sama sekali ngga bisa diingat. Yang penting aku udah ke Pura yang ada dibawah radio transmisi TVRI dan ngga ketemu juga sama jodoh aku yang dulu pernah nangkep aku pas hampir hilang disana. 

  
habiskan waktu menunggu boarding di Pantai Deera
 
Yah, mungkin jodoh ngga bisa terus dicari. Kalau belum ketemu saatnya duduk diam dan melihat atau semakin meresapi setiap makna kehidupan. Yang pastinya setiap harinya akan selalu mengajarkan hal baru. Semoga semakin dekatnya dengan bertambah umur, kita makan bijak dan dewasa. Kok, jadi curhat kesini. Pokoknya kalian harus ke Alor!

jadikan dirimu petualang dan patang menyerah untuk membuat hidupmu selalu bergerak dan semakin berwarna setiap harinya. Akan ada yang dikorbankan, namun jangan sampai menyesal kemudian.
  
Calon penulis, Asri Vitaloka.
Email : asrivitaloka@gmail.com | instagram : @asri_vitaloka


Aloha Alor

Jangan lupa baca cerita aku untuk Bebas Gaya deh di Kelimutu dan siapa tahu Bingung mau ngapain aja di Ende? Silahkan coba beberapa tempat.

No comments:

Post a Comment