Saturday, February 4, 2023

MAKANAN ENAK ALA KOTA KUPANG

 

Capture dari IG @yukikutmakan

Sebut saja kehidupan masing-masing orang berbeda. Sebut saja setiap orang memiliki cara penanganan yang berbeda untuk bisa bertahan menghadapi kehidupannya. Sesederhana seseorang memilih makanannya dan membentuk hidup sehatnya masing-masing. Pilihan makanan, bentuk badan, dan cara seseorang mengatur pola makan tidak sama untuk setiap orang.

Percayalah, semua orang selalu ingin memilih yang terbaik untuk diri dan badannya. Hanya saja, tidak semua bisa bertahan dijalan yang sehat entah versi ahli gizi, versi ahli diet, atau versi teman sebelahnya. Tapi, terlepas dengan judul “Makanan enak ala kota Kupang” aku ingin memberikan apa yang menurut anak rantau pulau Rote idamkan saat berada di Kota Kupang.

Perjalanan Rote – Kupang yang hanya beberapa jam dengan kapal cepat, atau setengah jam menggunakan pesawat menjadi perjalanan yang dinantikan. Terlebih dirimu yang menginginkan jualan makanan dengan cita rasa yang beragam ya. Oke, jadi di kesempatan terakhir di kota Kupang tentunya tak kulewatkan kesempatan untuk mendapatkan makanan yang beragam. Inilah dia enam makanan terpilih yang dapat kunikmati dalam dua hari di Kota Kupang. Jangan dilewatkan ya, siapa tau cocok dengan seleramu.


SENSASI PEDAS WARUNG MAKAN LESEHAN RINJANI

Buat dirimu pencinta makanan pedas dan cenderung berminyak bisa merasakan makanan khas Lombok di Warung Makan Lesehan Rinjani. Lokasinya ada di wilayah Bonipoi, tepat di depan Masjid Al Ikhlas dan sangat menyenangkan jika pergi ke lokasi tersebut. Tidak berada di pinggir jalan yang penuh dengan keramaian, namun untuk pergi kesana menggunakan mobil agak sedikit kesulitan saat parkir.

Sewaktu aku pergi kesana, terdapat beragam makanan seperti ayam suir, sapi suir, ayam pedas, perkedel, pelecing dan beberuk serta beragam makanan dengan cara masak yang khas masakan Lombok. Dijamin ya kalau kesana pilih makanannya akan susah. Asal tunjuk dan terjadilah piring makanan sudah penuh dengan lauk yang dipilih.

Bagi anak rantau yang berasal dari Lombok, kalian akan merasakan masakan rumah dengan cita rasa khas padahal masih berada di NTT. Setidaknya meredakan rindu masakan rumah yang belum didapatkan jika belum sempat mudik di waktu kosong.

 

SUSHI ALA ALA SUSHI BOS PARADOX

Beralih dari makan siang memakan makanan yang full dengan nasi dan lauk lengkapnya, tentunya sore hari menjadi pilihan yang pas untuk nyemilin sushi. Belum dapat melancong ke Sushi Tei, sebenarnya ada beberapa pilihan yang bisa dipilih seperti Sushi Boss Paradox atau Sushi Peco-Peco ya. Tapi aku memilih Sushi Bos biar bisa sembari minum kopi cantik di Paradox Café. Lokasinya bersebelahan dengan Mall Ramayana, tersedia parkiran mobil dan motor, dan juga menawarkan view kota banget buat anak rantau pulau kaya aku.

Pilihannya banyak banget ya. Tapi yang aku biasa pesan hanya Signature Dynamite Lava kalau tidak salah. Sushi dengan saos mayo pedas diatasnya. Dijamin makannya masih kenyang dan bisa makan terus karna ada sensasi pedes dari saosnya.

Menjadi anak rantau dan jauh dari makanan branded serta kualitas yang luas biasa tentunya membuat aku dan juga beberapa orang lain kaya,”Yaudah lah ya masih ada aja sudah syukur banget gitu”. Dan toh kalaupun tinggal di kota gede sekalipun ngga mungkin makan Sushi Tei tiap hari.

 


NASI BABI GULING BABANTING LIDAH NTT

Tak puas nih ya makan makanan ala ala Jepang, kita kembali lagi ke masakan khas Indonesia yang datang dari pulau Bali. Dan ini bukan makanan halal ya. Sesuai dengan namanya, nasi Babi Guling ala Warung Makan Babanting Lidah. Jadi kita berharap saking enaknya makanannya hingga lidah terasa seperti dibanting. Lokasinya pas di seberang kantor PLN UIW Nusa Tenggara Timur arah ke jalan Samratulangi. Parkiran mobil terbatas ya. Tapi masih mudah banget buat dicari.

Kita ngga perlu jauh ke Bali untuk bisa merasakan nasi Babi Guling di Kota Kupang. Ini salah satu tempatnya. Rasanya enak banget, dengan bumbu bali dan sayur lawarnya. Serta jelas yang utama adalah daging Babi Guling serta kriuk kulitnya yang memang biasanya diberikan hanya sedikit. Mungkin biar bikin penasaran ya.

Walaupun tidak lahir dari Bali, merasakan makanan khas Bali di Kupang juga sesuatu yang simpel namun sangat bermakna. Kini penyuka makanan babi guling tidak perlu menunggu pulang ke Bali atau Lombok untuk bisa memakannya.

 

SATE MADURA YANG MADURA BANGET

Nah sebagai penyuka makanan yang dibakar dalam bentuk sate, aku sangat menyesali kenapa di Pulau Rote tidak ada sate Madura yang bener bener dari Madura banget. Tapi jangan khawatir, ada satu tempat makan yang menjual sate Ayam, sate Kambing, serta Gulai Kambing yang Madura banget. Kebetulan nama tempat makannya aku lupa, namun jika anda ingin kesana. Kalau dari Jl. Palapa bisa belok kiri ke JL. WJ Lalamentik kemudian warung makannya ada disebelah kiri.

Kalau kesana pasti aku pesan sate Kambing dan Gulai Kambing. Bumbu kacang dengan bawang merah mentah dan ditambah dengan gulai yang dikasi perasan Jeruk Nipis dengan sambal yang ada di meja. Ditambahkan dengan nasi putih atau lontong dan dijamin makannya bakalan puas banget.

Emang ngga ada mbak mas asli orang Madura yang jualan sate di Rote kah?Pelanggannya ada kok, aku salah satunya.

 


Sambil sibuk bahas makanan berat terus, nih kukasi satu foto Jagung Pulut yang biasa di beli di kota Oesao. Pas lihat disajikan di meja langsung kuambil, karna warnanya cantik. Biasa berwarna putih susu namun jagung yang satu ini diselingi dengan warna kuning di beberapa titik. Cantik.

 

BATAK KARO KHAS WARUNG MAKAN DUA DIRHAM

Tidak hanya masakan khas Lombok, Bali, Jepang, dan Madura, ngga mau ketinggalan masakan Batak Karo yang melegenda ala Babi Bakar dan Babi Samsang ala Warung Makan Dua Dirham. Berlokasi di belokan ujung taman Nostalgia dari jalan utama kemudian terus saja dan berada di sebelah kiri sebelum perempatan pertama. Parkir mobil aman di kiri dan kanan jalan dengan mengambil sisi pinggir jalan.

Aku makan pertama masakan Batak Karo sewaktu ada di Pekan Baru. Dan aku langsung jatuh cinta dengan tempat makan yang sederhana, namun cita rasa yang luar biasa. Mengingat pernah memakannya, dan tentunya kita tidak akan melewatkan masakan Batak Karo dengan samsang dan babi bakar serta sayur dan sambal khas dari warung makan Dua Dirham.

Aku suka sekali dengan konsep tempat makan ini. Masih sederhana dan setiap menyajikan pasti selalu ada piring kecil berisi nasi yang akan disajikan. Tau aja ya yang makan pasti nasinya kurang gitu ya. Hahaha, bisa aja nih bapaknya.

 

THE LAST FOR THE BEST : IKAN KUAH ASAM ARTIS TENAU

Sudah puas dengan kulineran keliling kota walaupun hanya di Kupang. Tapi tidak bisa melewatkan the last for the best alias masakan ikan kuah asam di Warung Makan Ikan Kuah Asam Artis Tenau. Lokasinya ada di sekitar Pelabuhan Tenau dan biasanya ada beberapa artis yang makan kesana kalau ke Kupang makanya dinamakan seperti itu. Jika pergi kesana dari Kota Kupang, anda akan merasakan sensasi perjalanan dengan hutan dipinggir jalan namun masih bisa melihat laut dibelakang hutan sekitar. Menakjubkan.

Jika kesana pilihan makanannya selalu membingungkan. Antara ingin makan ikan goreng, ikan kuah asam juga, dan daging sapi kentang bumbunya yang lezat. Kalau bingung, pasti dipilih semuanya. Sudah memilih lauk anda bisa memesan sambal cobek terpisah, tapi aku sangat menyukai sambal kemangi pedas di meja yang cocok banget dengan teman makan ikan.

Tempat makan ini buka dari hari Senin hingga Sabtu dan sudah tutup sebelum sore. Jadi bayangin aja aku hanya bisa makan kesana di hari Sabtu sewaktu masih tinggal di Kupang.


Dan itulah dia dua hari luar biasa bisa menikmati masakan yang berbeda dengan masakan pulau Rote. Makan menjadi hal yang menyenangkan. Bisa memanjakan lidah, melupakan sesekali permasalahan di tempat kerja, bahkan bisa masuk dalam kategori me-time bagi aku. Jika kamu ingin melihat beberapa capture makanan hmm bisa cek di Instagram aku @yukikutmakan.


Kesukaan setiap personal tidak sama. Terkadang kebiasaan yang hadir saat ini terbentu dari lingkungan sekitar dari hari ini hingga mundur ke masa kecil seseorang. Sesuatu yang dilakukan, dikatakan, dan dipikirkan bahkan dimakan bukan terbentuk dari lingkungan kita. Untuk itu, jangan sembarang mengomentari hidup orang lain.

Sesepele mengatakan,”Kenapa makan nasi?” dari seseorang yang memilih kentang, pisang, dan onde onde dalam pilihan menunya. Sesederhana kata-kata,”Mulailah mengurangi makan, badanmu semakin besar” yang ternyata diterima penerimanya tidak sesederhana itu.

Asri Vitaloka | Rote

No comments:

Post a Comment