Saturday, May 30, 2026

The Single Days

 

Masih di Labuan Bajo. Sudah setahun btw. Gitu dulu pertama ya. Menjalani pekerjaan yang hampir sama dalam tiga tahun terakhir. Dalam status single, kerja, dan berupaya menangani pra diabetes. Lah, apa hubungannya?

Sebenarnya tulisanku kali ini kuadopsi dari keseharian dan pengalamanku dalam tiga tahun terakhir. Dalam realita bener-bener menjalani pekerjaan, hobby, menangani kesehatan mental (canda) dengan status single, sedikit teman, dan kopi bergelas-gelas. How’s your single days? How’s my single days feels? Kali aja tulisan ini bisa menghibur buat yang single juga dan kemudian komen,”Haa, sama juga ya ternyata”. Atau buat yang ngga single dan sedang struggle dengan kesehariannya bisa memberi semangat dan bersyukur terhadap apa yang sedang dijalani. Love.

So, what’s the big picture?

Belakangan kudapati diriku mulai merasa lelah dengan banyak kebiasaan. Kebiasaan lari dari rutinitas, kebiasaan dalam mengejar semua penghargaan di pekerjaan, atau kebiasaan menjaga branding diri ditengah medan perang dunia pekerjaan. Haha, dramatis banget deh ya. Heran.

Berpindah terus dalam tahun ke tahun dan mendapati diriku berada di Labuan Bajo. Berupaya beradaptasi dan menorehkan cerita agar tidak menyesal di kemudian hari. Kuhabiskan waktuku untuk terus berpikir,”What’s next?” hingga kemudian kudapati diriku tidak menemukan ide melelahkan lainnya untuk dieksekusi. Apakah ini sudah mencapai titik jenuhnya? Beberapa tahun terakhir seakan mengulang cerita.

Biasanya jika sudah merasa jenuh, maka mulailah untuk duduk beristirahat hati dan pikiran. Cari dan dapati apa yang sudah kamu lewati, dimana kamu berada sekarang, serta apa posisimu saat ini. Kembalilah mengulik apa yang kamu pernah inginkan, namun lupa untuk dilakukan karena kesibukan. Disitulah, aku mulai mencari gambaran besar dari diriku saat ini.

Apa yang sudah dilepaskan dariku, maka sudah tidak selaras denganku. Dimana diriku berada saat ini, telah melalui perjalanan panjang dari tempat-tempat lain. Semua yang melemahkan agar dihempaskan dan semua yang menguatkanmu agar dijaga. Karena ini semua mengenai energi.


How’s my single days feels?

Sejujurnya sepi. Bangun tidur, bekerja, gym, dan kembali tidur. Sebagian kuhabiskan dengan scroll instagram, buat story, minum kopi enak, dan nonton netflix. Done.

Paling terasa di hari Sabtu Minggu ya, aku kadang mikir ini beneran hidup cuma ngurusin diri sendiri aja ya? Leh uga sih ya. Melihat sebagian besar wanita di usiaku sedang sibuk memikirkan kebutuhan suami dan anak, ternyata semesta berpikir,”kamu ga cocok, Asri”. Makan sendiri aja masih bingung, mau ngurus orang ya. Terlepas dari pemikirian kosong di hari libur, kadang terbersit mendadak jadi MUA, Baker, florist, dan hal gila lainnya. Tapi, terpatahkan dengan perasaan capek sebelum menjalani. Wkwkw.

Oke, karena tulisan ini berfokus pada ”The Single Days” maka kucoba menuliskan secuplik momen dan aktivitas yang masih membuat hariku penuh. Semoga bisa memberi ilham bagi beberapa wanita yang mungkin seumuran, sesibuk, dan se-bengong aku di usia kalian kali ini. Let’s check it dot!


Pelihara Ikan Cupang, si Cucu.

Si paling pernah melihara ikan cupang di tahun 2017 dan dengan tidak bangga kusampaikan bahwa ikannya meninggal hingga tak membekas di dalam akuarium mini. Jujur, sibuk bener dengan pekerjaan di unit terbesar di Nusa Tenggara Timur. Apalah.

Tahun ini, kucoba untuk mengulangi kembali peliharaanku. Pengennya pelihara anjing, ayam, burung, kadal, atau ular kan (canda) tapi apadaya tidak bisa ya. Lama lama ini peliharaan ngejerin aku ke kantor buat minta makan, atau aku nambah kamar kosan karena tidak tahan dengan bulu atau sejenisnya. Akhirnya kuputuskan untuk memelihara dua ikan cupang. Satu meninggoy dan satu bertahan. Sebut saja si red strong Cucu, atau ikan cupang merah kesayanganku.

Pernah denger ga? Bahkan setiap peliharaan yang hadir menemani kamu tidak pernah datang terlalu cepat atau terlalu lambat. Jika sudah habis masanya, maka dia akan meninggal, hilang, lepas, atau berpindah. Tapi si cucu (ikan cupang) kini sudah bisa makan dengan tanda ketukan dua kali dari aku di toples kacanya. Bangga.

Mencatat Pengeluaran Harian.

Aktifitas baruku saat single adalah mencatat pengeluaran harian. Sungguh, Asri! Penting banget heran ye kan. Pekerjaan yang ternyata membosankan, tapi satu langkah menuju kaya. Secara tidak sadar, kuhabiskan diriku dengan hidup ala anak raja minyak ye kan. Ternyata, ada kebiasaan yang berhubungan dengan uang dan perlu diperbaiki. Ini akan disadarkan dengan adanya angka dan catatan dari keseharianmu.

Cobain deh. Aku banyak melihat temanku sudah menerapkannya. Pentingnya budgeting akan memberi pengaruh besar bagi hidupmu. Apalagi makin merajalela pinjaman mudah yang bisa memberikan jalan sesat jika kamu tidak bertanggung jawab dengan pemasukan dan pengeluaranmu.

My single days number 2: kebiasaan mencatat pengeluaran harian. Ditengah banyaknya hari kosong akhirnya kudapati diriku mulai menerapkan budgeting secara tertulis. Mulai dari pengeluaran keseharian hingga travelling. Bagi aku, seru juga ya. Kenapa ga dari dulu aja ya.



Makin Candu dengan Kopi.

Aku pernah memikirkan kebiasaan lainku yang agak laen, tapi banyak dilakukan kaula muda ya. Apalagi kalau bukan kecanduan kopi. Versiku adalah kopi susu less sugar. Bahkan aku sampai latihan minum coldbrew lemonade less sugar saking serem sama gula setiap hari padahal tetap diminum terus.

Mari lihat lagi dalam satu hari dalam weekdays. Apa saya yang kamu habiskan dalam satu hari? Mulai dari bangun pagi jam 7, kemudian jam 8 sudah di kantor. Berupaya untuk sarapan sebelum jam 9 pagi. Menghadapi email, zoom meeting, dan mikir quick solution buat setiap problem yang muncul hingga jam 12 siang. Akhirnya mulai mikir mau makan siang dimana, makan siang sambil kopi siang sampai jam 1 atau setengah 2 siang. Kemudian kembali ke kantor dan menghadapi evaluasi, zoom meeting (lagi) sampai sore jam 5 sore. Persiapan gym jam 6 sore makan dulu, gym selama 1,5 jam. Akhirnya kelaparan jam 9 malam baru makan malam (lagi), balik kosan, persiapan tidur dan menye-menye diatas kasur sampai jam 12 malam. Sybuk kan ya.

Aku ngga ngebayangin ya, masi tinggal sendiri aja sudah padat merayap. Belum kalau punya pasangan ya. Tapi masih pengen sih ya. Hanya disisip sebelah mana juga bingung ini. Makanya untuk menjaga jadwal padat merayap, kudapati diriku bertahan dengan kopi susu hingga akhirnya kafein mengambil alih sebagian besar waktuku agar tetap melek dan bisa menjalani jadwal yang kususun sendiri.

Definisi mau ngeluh, tapi yang buat jadwal sendiri tuh gimana. Wkwkw.

Gym 6 hari-seminggu.

Kenapa sih mau gym 6x seminggu? Percayalah dulu aku yang tidak suka olahraga. Badanku terasa lelah duluan sebelum bergerak. Hingga akhirnya hasil MCU menyampaikan bahwa aku pradiabetes. Sudah hampir tiga tahun dengan dunia per-gym-an ini, dan sudah berhasil menormalkan kembali gula di hasil MCU-ku. Hhhh, thankyu gym.

Ternyata efek samping dari gym adalah ketagihan gym, kulit lebih cerah, makan lebih banyak, dan gulaku normal (padahal tidak mencoba mengurangi gula). Badan lebih tegap dan otot lebih terasa ya. Sebenarnya ada satu lagi yang kujaga di usia yang hampir mendekati kepala empat ya. Aku sedang menyiapkan diriku menghadapi pra-menopause. See, nambah kan satu lagi masalah hidup.

Jadi, dengan status single, seorang wanita, hampir penderita pradiabet maka kudapati diriku perlu merubah atau menambah beberapa kebiasaan. Konon, katanya jika sudah bertahan hingga lebih dari 3 bulan maka akan menjadi gaya hidup. Maka, kusampaikan thankyu to my daily gym for make my life better than before.

Seru banget deh. Awalnya kumulai dengan mulai membiasakan diri untuk datang rutin, mulai membagi pola latihan, hingga kini ingin masuk mengatur makan sehari-hari. Buat mba-mba yang seusiaku, ternyata banyak juga yang perlu dipersiapkan ya. Asalkan informasinya tepat dengan pola makan, olahraga, dan asumsi suplemen serta vitamin yang pas kurasa semua bisa deh menghadapi pre-menopause. Hehe.


Jadwal Bepergian (Date with My Self).

Ada beberapa tipikal traveller yang aku lihat. Tipe jalan-jalan yang capek banget, mengutamakan staycation, atau mencari nilai khas dari suatu lokasi. Setelah kupahami kayanya aku bukan tipikal yang suka dengan jalan melelahkan dan semua dicobain. Padat jadwal hingga tak bisa napas gitu. Bukan aku banget.

Sejak sudah mendapatkan penghasilan sendiri baik single, jomblo, atau berpasangan, aku selalu mengupayakan bisa melihat tempat baru diluar tempat tinggalku. Karena aku takut dengan pemikiran tertutup dan kaku, hanya karena tidak melihat dunia luar selain disekitarku. Sebagai anak rumahan (di masa lalu), kupastikan diriku bersemangat untuk melihat sesuatu baru yang membuatku tetap hidup saat menjalaninya.

Belakangan, kudapati diriku wajib untuk date with my self. Ini terkadang tidak dapat dilakukan dengan segala rutinitas yang sudah autopilot. Bepergian sendirian akhirnya kujalani beberapa kali. Aku lebih mendapati diriku ternyata menyukai satu dan tidak menyukai lainnya. Hanya dengan bepergian sendirian, kuputuskan sendiri, dan bertanggung jawab sendiri.

Tak jarang di usia yang semakin tua tidak menjamin seseorang sudah mengenal dirinya sendiri. Tak banyak yang paham apa yang benar-benar diinginkan. Kita menjalani hidup dengan segala rutinitas yang sudah berjalan sebagaimana normalnya. Tanpa mencoba mencari waktu untuk mengenal diri dari dalam.

Dan, akhirnya periode single ini memberi aku jeda waktu untuk bisa mengetahui sebenarnya siapakah diriku? Apa yang kuinginkan dengan sangat?



Jangan lewatkan tulisanku yang lain mengenai "5 Kota Memanggil" dengan segala kisah kota yang pernah menjadi tempat tinggalku. Next, aku juga bakalan nulis tentang tripku ke Malaysia ya. Seru banget deh, penasaran dengan cantinya kota tua, George Town. Jatuh cinta!

Thankyu, Asri Vitaloka.

No comments:

Post a Comment