Sebenarnya tulisanku kali ini kuadopsi dari keseharian
dan pengalamanku dalam tiga tahun terakhir. Dalam realita bener-bener menjalani
pekerjaan, hobby, menangani kesehatan mental (canda) dengan status single,
sedikit teman, dan kopi bergelas-gelas. How’s your single days? How’s my
single days feels? Kali aja tulisan
ini bisa menghibur buat yang single juga dan kemudian komen,”Haa, sama juga ya
ternyata”. Atau buat yang ngga single dan sedang struggle dengan kesehariannya
bisa memberi semangat dan bersyukur terhadap apa yang sedang dijalani. Love.
So, what’s
the big picture?
Belakangan
kudapati diriku mulai merasa lelah dengan banyak kebiasaan. Kebiasaan lari dari
rutinitas, kebiasaan dalam mengejar semua penghargaan di pekerjaan, atau
kebiasaan menjaga branding diri ditengah medan perang dunia pekerjaan. Haha,
dramatis banget deh ya. Heran.
Berpindah terus
dalam tahun ke tahun dan mendapati diriku berada di Labuan Bajo. Berupaya beradaptasi
dan menorehkan cerita agar tidak menyesal di kemudian hari. Kuhabiskan waktuku
untuk terus berpikir,”What’s next?” hingga kemudian kudapati diriku tidak
menemukan ide melelahkan lainnya untuk dieksekusi. Apakah ini sudah mencapai
titik jenuhnya? Beberapa tahun terakhir seakan mengulang cerita.
Biasanya jika
sudah merasa jenuh, maka mulailah untuk duduk beristirahat hati dan pikiran.
Cari dan dapati apa yang sudah kamu lewati, dimana kamu berada sekarang, serta
apa posisimu saat ini. Kembalilah mengulik apa yang kamu pernah inginkan, namun
lupa untuk dilakukan karena kesibukan. Disitulah, aku mulai mencari gambaran besar
dari diriku saat ini.
Apa yang sudah dilepaskan dariku, maka sudah tidak
selaras denganku. Dimana diriku berada saat ini, telah melalui perjalanan
panjang dari tempat-tempat lain. Semua yang melemahkan agar dihempaskan dan
semua yang menguatkanmu agar dijaga. Karena ini semua mengenai energi.
How’s
my single days feels?
Sejujurnya sepi.
Bangun tidur, bekerja, gym, dan kembali tidur. Sebagian kuhabiskan dengan scroll
instagram, buat story, minum kopi enak, dan nonton netflix. Done.
Paling terasa di
hari Sabtu Minggu ya, aku kadang mikir ini beneran hidup cuma ngurusin diri
sendiri aja ya? Leh uga sih ya. Melihat sebagian besar wanita di usiaku sedang
sibuk memikirkan kebutuhan suami dan anak, ternyata semesta berpikir,”kamu ga
cocok, Asri”. Makan sendiri aja masih bingung, mau ngurus orang ya. Terlepas
dari pemikirian kosong di hari libur, kadang terbersit mendadak jadi MUA,
Baker, florist, dan hal gila lainnya. Tapi, terpatahkan dengan perasaan
capek sebelum menjalani. Wkwkw.
Oke, karena tulisan ini berfokus pada ”The Single
Days” maka kucoba menuliskan secuplik momen dan aktivitas yang masih membuat
hariku penuh. Semoga bisa memberi ilham bagi beberapa wanita yang mungkin
seumuran, sesibuk, dan se-bengong aku di usia kalian kali ini. Let’s
check it dot!
Si paling pernah
melihara ikan cupang di tahun 2017 dan dengan tidak bangga kusampaikan bahwa
ikannya meninggal hingga tak membekas di dalam akuarium mini. Jujur, sibuk
bener dengan pekerjaan di unit terbesar di Nusa Tenggara Timur. Apalah.
Tahun ini, kucoba
untuk mengulangi kembali peliharaanku. Pengennya pelihara anjing, ayam, burung,
kadal, atau ular kan (canda) tapi apadaya tidak bisa ya. Lama lama ini
peliharaan ngejerin aku ke kantor buat minta makan, atau aku nambah kamar kosan
karena tidak tahan dengan bulu atau sejenisnya. Akhirnya kuputuskan untuk
memelihara dua ikan cupang. Satu meninggoy dan satu bertahan. Sebut saja si red
strong Cucu, atau ikan cupang merah kesayanganku.
Pernah denger ga? Bahkan setiap peliharaan yang
hadir menemani kamu tidak pernah datang terlalu cepat atau terlalu lambat. Jika
sudah habis masanya, maka dia akan meninggal, hilang, lepas, atau berpindah.
Tapi si cucu (ikan cupang) kini sudah bisa makan dengan tanda ketukan dua kali
dari aku di toples kacanya. Bangga.
Mencatat Pengeluaran Harian.
Aktifitas baruku
saat single adalah mencatat pengeluaran harian. Sungguh, Asri! Penting banget
heran ye kan. Pekerjaan yang ternyata membosankan, tapi satu langkah menuju
kaya. Secara tidak sadar, kuhabiskan diriku dengan hidup ala anak raja minyak
ye kan. Ternyata, ada kebiasaan yang berhubungan dengan uang dan perlu
diperbaiki. Ini akan disadarkan dengan adanya angka dan catatan dari
keseharianmu.
Cobain deh. Aku
banyak melihat temanku sudah menerapkannya. Pentingnya budgeting akan
memberi pengaruh besar bagi hidupmu. Apalagi makin merajalela pinjaman mudah
yang bisa memberikan jalan sesat jika kamu tidak bertanggung jawab dengan pemasukan
dan pengeluaranmu.
My single days number 2: kebiasaan mencatat
pengeluaran harian. Ditengah banyaknya hari kosong akhirnya kudapati diriku
mulai menerapkan budgeting secara tertulis. Mulai dari pengeluaran keseharian
hingga travelling. Bagi aku, seru juga ya. Kenapa ga dari dulu aja ya.
Aku pernah
memikirkan kebiasaan lainku yang agak laen, tapi banyak dilakukan kaula muda
ya. Apalagi kalau bukan kecanduan kopi. Versiku adalah kopi susu less sugar.
Bahkan aku sampai latihan minum coldbrew lemonade less sugar saking
serem sama gula setiap hari padahal tetap diminum terus.
Mari lihat lagi
dalam satu hari dalam weekdays. Apa saya yang kamu habiskan dalam satu
hari? Mulai dari bangun pagi jam 7, kemudian jam 8 sudah di kantor. Berupaya
untuk sarapan sebelum jam 9 pagi. Menghadapi email, zoom meeting, dan
mikir quick solution buat setiap problem yang muncul hingga jam
12 siang. Akhirnya mulai mikir mau makan siang dimana, makan siang sambil kopi
siang sampai jam 1 atau setengah 2 siang. Kemudian kembali ke kantor dan menghadapi
evaluasi, zoom meeting (lagi) sampai sore jam 5 sore. Persiapan gym
jam 6 sore makan dulu, gym selama 1,5 jam. Akhirnya kelaparan jam 9
malam baru makan malam (lagi), balik kosan, persiapan tidur dan menye-menye
diatas kasur sampai jam 12 malam. Sybuk kan ya.
Aku ngga ngebayangin ya, masi tinggal sendiri aja
sudah padat merayap. Belum kalau punya pasangan ya. Tapi masih pengen sih ya.
Hanya disisip sebelah mana juga bingung ini. Makanya untuk menjaga jadwal padat
merayap, kudapati diriku bertahan dengan kopi susu hingga akhirnya kafein
mengambil alih sebagian besar waktuku agar tetap melek dan bisa menjalani jadwal
yang kususun sendiri.
Definisi mau ngeluh, tapi yang buat jadwal sendiri
tuh gimana. Wkwkw.
Gym 6 hari-seminggu.
Kenapa sih mau gym
6x seminggu? Percayalah dulu aku yang tidak suka olahraga. Badanku terasa
lelah duluan sebelum bergerak. Hingga akhirnya hasil MCU menyampaikan bahwa aku
pradiabetes. Sudah hampir tiga tahun dengan dunia per-gym-an ini,
dan sudah berhasil menormalkan kembali gula di hasil MCU-ku. Hhhh, thankyu
gym.
Ternyata efek
samping dari gym adalah ketagihan gym, kulit lebih cerah, makan
lebih banyak, dan gulaku normal (padahal tidak mencoba mengurangi gula). Badan
lebih tegap dan otot lebih terasa ya. Sebenarnya ada satu lagi yang kujaga di
usia yang hampir mendekati kepala empat ya. Aku sedang menyiapkan diriku
menghadapi pra-menopause. See, nambah kan satu lagi masalah
hidup.
Jadi, dengan status single, seorang wanita, hampir
penderita pradiabet maka kudapati diriku perlu merubah atau menambah beberapa kebiasaan.
Konon, katanya jika sudah bertahan hingga lebih dari 3 bulan maka akan menjadi
gaya hidup. Maka, kusampaikan thankyu to my daily gym for make my life
better than before.
Seru banget deh. Awalnya kumulai dengan mulai
membiasakan diri untuk datang rutin, mulai membagi pola latihan, hingga kini
ingin masuk mengatur makan sehari-hari. Buat mba-mba yang seusiaku, ternyata
banyak juga yang perlu dipersiapkan ya. Asalkan informasinya tepat dengan pola
makan, olahraga, dan asumsi suplemen serta vitamin yang pas kurasa semua bisa
deh menghadapi pre-menopause. Hehe.
Ada beberapa
tipikal traveller yang aku lihat. Tipe jalan-jalan yang capek banget,
mengutamakan staycation, atau mencari nilai khas dari suatu lokasi.
Setelah kupahami kayanya aku bukan tipikal yang suka dengan jalan melelahkan
dan semua dicobain. Padat jadwal hingga tak bisa napas gitu. Bukan aku banget.
Sejak sudah
mendapatkan penghasilan sendiri baik single, jomblo, atau berpasangan,
aku selalu mengupayakan bisa melihat tempat baru diluar tempat tinggalku. Karena
aku takut dengan pemikiran tertutup dan kaku, hanya karena tidak melihat dunia
luar selain disekitarku. Sebagai anak rumahan (di masa lalu), kupastikan diriku
bersemangat untuk melihat sesuatu baru yang membuatku tetap hidup saat
menjalaninya.
Belakangan, kudapati
diriku wajib untuk date with my self. Ini terkadang tidak dapat dilakukan dengan segala rutinitas yang sudah
autopilot. Bepergian sendirian akhirnya kujalani beberapa kali. Aku lebih mendapati
diriku ternyata menyukai satu dan tidak menyukai lainnya. Hanya dengan
bepergian sendirian, kuputuskan sendiri, dan bertanggung jawab sendiri.
Tak jarang di usia yang semakin tua tidak menjamin
seseorang sudah mengenal dirinya sendiri. Tak banyak yang paham apa yang benar-benar
diinginkan. Kita menjalani hidup dengan segala rutinitas yang sudah berjalan
sebagaimana normalnya. Tanpa mencoba mencari waktu untuk mengenal diri dari
dalam.
Dan, akhirnya periode single ini memberi aku jeda
waktu untuk bisa mengetahui sebenarnya siapakah diriku? Apa yang kuinginkan
dengan sangat?
Thankyu, Asri Vitaloka.





.jpeg)


.jpeg)

No comments:
Post a Comment