Tuesday, November 11, 2014

Passion, Camera, Design




Me, Sania, and Vinda

Satu kata yang terlintas dalam benak, yaitu “passion”.
Passion kembali bergejolak seketika salah satu teman aku meminta saran mengenai keikutsertaannya untuk melamar di sebuah majalah fashion hijab. Kembali rasa ingin berkecimpung di
dunia seni, desain dan jurnalis menguat. Aku sangat salut dengan keinginannya untuk mendapatkan sesuatu yang ia sukai. 

Satu yang kemudian kembali terlintas, yaitu “camera”.
Teringat beberapa hasil gambar saat aku menginjak usia 5 tahun. Begitu banyak gaya, begitu banyak tampilan diri yang menyebutkan bahwa aku menyukai kamera. Aku tidak merasa asing dengan foto. Dan aku sangat menyukai banyak foto cantik dan menarik. Bisa apapun. Bisa dimanapun dan bisa tentang apapun. Aku menyukai hasil foto pemandangan, desain interior, atau sekedar hasil foto selfie.

Hingga aku akhirnya memikirkan mengenai “design”.
Desain memiliki arti yang luas. Kalian bisa melakukan desain pada apapun. Seseorang bisa memiliki satu keunikan yang beraneka ragam. Entah itu menari, menyanyi, melukis, atau menggambar. Banyak hal yang bisa kita lakukan secara maksimal jika kita menyukainya. Satu hal yang aku suka dan sering aku lakukan dengan menggunakan sebuah handphone.

Tidak perlu menggunakan banyak alat. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Sebuah kamera dan beberapa perangkat aplikasi editing bisa membuat seseorang menghasilkan sebuah karya. Apapun hasilnya. Aku menggunakan beberapa aplikasi seperti camera360, snapseed, mirror photo, dan photo grid. Baik foto sendiri atau dengan beberapa kawan. 

Keinginan aku untuk memiliki beberapa foto unik dan menarik, menyebabkan aku sering berkutat dengan beberapa aplikasi untuk mengedit sebuah foto. Akun instagram menjadi sebuah album hasil sebuah kenarsisan dan sebuah keinginan untuk dapat menghasilkan sesuatu.



Gambar Karya Asri Vitaloka (1)

Jikalau bisa jikalau dapat. Andaikata suatu hari nanti akan ada saatnya engkau memiliki kesempatan untuk menjadi seseorang yang berbeda. Dalam suatu pengejaran jati diri dan melakukan sesuatu yang dikatakan sebagai “passion”, sebagai sebuah kesukaan dan panggilan jiwa. Maka lakukan. Jika itu belum bisa maksimal maka lakukan semuanya dengan segala kesempatan yang ada. 


Gambar Karya Asri Vitaloka (2)

Temanku mengatakan,”jika kau tak menjemput kesempatan, maka kesempatan seakan tidak pernah datang”, maka jemputlah kesempatan itu. Buat passionmu menjadi sesuatu untuk mendorongmu melakukan sesuatu yang luar biasa. Seperti apa yang terbesit didalam pikiranku beberapa kali, yaitu mengenai passion, camera, dan design. Maka semua itu sama saja seperti sebuah hayalan belaka jika tidak diimbangi dengan sebuah aksi untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Atau lebih sering disebut dengan sebuah impian.(AV).



Instagram : asri_vitaloka
@vitalokaAsri


No comments:

Post a Comment