Saturday, April 8, 2017

Bukit Pergasingan yang ngga ada gasing!

view persawahan dari atas Bukit Pergasingan

Sebuah perjalanan dengan penuh penyesalan selama prosesnya. Tapi akhirnya mendesah puas juga karena sudah sampai diatas, walaupun sampai sana ngga ada tuh gasingnya. Namanya Pergasingan. Tapi, ternyata dulunya sering dipakai untuk bermain gasing, makanya disebut Pergasingan. Sekarang sih udah dijadikan sebagai salah satu wisata Lombok yang ketjeh. Ini cocok buat anak pendaki muda yang liat Rinjani, tapi dengan medan tidak seberat yang sesungguhnya. Cocok!

Entah ditempat lain juga atau ngga. Perjalanan ke Bukit Pergasingan, satu-satunya mendaki yang masih bisa liat status Whatsapp, ngejawabin balik, buka instagram, bahkan sampe dengerin musik pake Joox. Oiya, yang lucu lagi sampe ada telepon kantor yang mau nanya tentang pekerjaan. Ini masuk! Dan aku harus jawab,”Maaf pak, saya lagi di gunung!”. Dan sedihnya itu Manajer Rayon Atambua. Mati pulak aku.
Sebenarnya agak enggan ya mau nyoba naik bukit yang katanya memiliki ketinggian sekitar 1700 mdpl. Ini bermula dari informasi kawan yang main kesana. Beberapa foto di Google. Dan tekad kuat kalau ini bukit harus didatangin. 

Tanggal 1-2 April 2017 dipilih sebagai tanggal yang pas untuk berangkat ke Lombok. Tugas dan pekerjaan di kantor menjadi penyebab untuk tidak dapat memilih tanggal yang lain. Persiapan pun dilakukan. Tas sudah siap, mental sudah digojlok, dan kawan yang akan direpotkan juga sudah mengatakan “iya” untuk perjalanan ini. Berangkat deh!

Transportasi Bandara-Sembalun

Aku jarang banget cerita mengenai transportasi ya. Tapi aku coba share bagaimana perjalanan aku dari bandara sampe ke Sembalun. Dari bandara aku naik travel yang sudah dikenal, namanya pak Warmo cuma Rp. 65.000 sampe ke tempat di kota Mataram. Dari Mataram aku numpang motor teman aku sampe ke Sembalun.

I always ready for our next journey

Kalau kalian traveller yang ngga kenal siapa-siapa? Sebenarnya perjalanan dari Bandara sampai ke kota Mataram bisa naik Damri sekitar Rp. 35.000 dan minta saja diantar ke Bandara Selaparang. Ini bandara lama yang sudah tidak digunakan untuk umum. Dari sini kalau tidak salah bisa naik bus lagi ke arah Sembalun sekitar Rp. 125.000. Hanya saja mohon maaf, untuk informasi travel aku pernah dengar waktu dulu informasi keberangkatan untuk kelas Inspirasi Lombok. Jadi, aku belum rekomendasikan untuk pake bus. Mending sewa mobil saja biar lebih leluasa, apalagi kalau kalian pergi dalam satu group.

Banyak Jalan (ada 2) menuju Puncak Bukit

Aku banyak dengar informasi dari para blogger tetangga yang bercerita mengenai jalur Bukit Pergasingan. Awalnya tangga dan bla bla, kemudian tanjakan akan naik sekitar 60-70 derajat mendekati puncak bukit. Dan aku bilang. Bohong banget. Aku rasa semua jalan langsung menanjak tanpa tangga banyak. Kami hanya melewati beberapa tangga kayu.

loket masuk (area parkir)

sepatu yang sudah berkerja keras hingga sampe atas

masih belum berani untuk naik?

Ops… ternyata bukan informasi yang tidak benar. Hanya saja ada dua jalur menuju bukit. Aku sih menyebutnya jalur depan dan jalur belakang. Yang kami lewati tidak ada papan nama menuju bukit Pergasingan. Tidak ada tangga-tangga semen untuk pengunjung. Jadi, aku rasa ini jalan belakang.

Tracknya Lewati Sawah, Lewati Hamparan Rumput

Aku ngga bisa cerita seperti blogger lain untuk jalur yang ada tangga dan naik perlahan saat mendekati puncak bukit ya. Jalur yang kemarin dilewati mengharuskan kami melewati sedikit jalan dari parkiran hingga menuju sawah. Berjalan sekitar 10 menit diantara pematang sawah, kemudian anda akan mulai melewati tangga 3 buah yang terbuat dari kayu, mulai berjalan lagi, tangga kayu 3-5 tangga dan mulai menanjak. 

kabut perbukitan daerah Sembalun

rumah sementara bapak petani

sawah kotak kotak dalam jarak dekat

tau dong, aku ngga mungkin bawa tas ini nyampe atas

kaki bengkak karna berat badan (#eh)

Perjalanan dihabiskan agak lama. Semua pada baru melakukan tracking. Berangkat pk. 18.20 dan sampai di puncak sekitar pk. 21.35. Agak lama daripada yang diceritakan para blogger yang hanya sekitar 3 atau 4 jam dari bawah hingga puncak. Yah, ini juga sudah banyak istirahat, lihat bintang, dan mendengarkan JOOX!

Naik Bukit sambil Bikin Status & Main Joox

Baru kali ini! Jalan-jalan, naik bukit di malam hari dan handphone menyala. Telepon bordering-lah, whatsapp berbunyi, bahkan story Instagram juga jalan terus karena ada sinyal. Nah, kalau kalian ada kesempatan buat main kesana. Pemandangan bagian bawah bukit ada hamparan sawah yang banyak. Dipojokan ada tower! Aku ragu sih tower punya siapa. Kebetulan kartu aku Halo dan menyala. Yah, kita simpulkan saja itu tower Telkomsel. 

Perjalanan naik bukit paling berwarna.
 
Jangan Takut dengan Suhu Malam

Sebenarnya ngga perlu bawa barang banyak. Lah, tas segede 55L isinya apa aja deh?

Sebenarnya kalau naik bukit aku belajar bagaimana bisa membawa barang dengan sangat efisien. Biar kita ngga capek sendiri. Jadi membuang banyak barang, namun tetap membawa yang dibutuhkan. Kaya agak bijak gitu ya.

selimut tebal

Sebagian besar kawan aku kemarin tidak ada persiapan. Hanya jaket seadanya. Tidak bawa kaos kaki. Tidak bawa baju ganti. Syukur-syukur bawa sleeping bag. Itu juga dipinjam gadis tetangga, alias si Risa. Haha, memang cowok akan selalu mengalah dan kepriaannya digadaikan saat ada dipuncak bukit lo ya. Aku ngga tau suhu semalam sedingin apa, tapi sudah cukup buat aku mengigil padahal sudah dengan jaket, sleeping bag, kaos kaki, bahkan slayer di leher. Nah, aku sarankan jangan lupakan perlengkapan malam di bukit.

Liat Sawah Kotak dan Gunung Rinjani

Bukit Pergasingan yang lokasinya di Sembalun, Lombok Timur memang terkenal dengan viewnya mengarah langsung ke sawah-sawah dibawahnya. Kalau anda berdiri di tengah bukit, satu sisi anda akan menyaksikan perbukitan yang menanjak tinggi dengan sisi lain yang memperlihatkan sisi gunung Rinjani. Jangan lupa untuk berdecak dan bersyukur ya sudah sampai disana.
tim tenda
tim horay-horay semalam

tim mandiri

tim ngga jelas

aku

Jangan Lupa Sarapan Mie Goreng Sarden + Kopi Hangat

Paling enak baru bangun dengan suasana perbukitan didepan dan belakang, kemudian dimasakin teman mie goreng instan ditambah dengan Sarden. Kalau makan enak ala anak bukit sudah siap, jangan lupa kopi mantab ala teman setenda. Kau bakal rasakan surga dunia.

aku lagi nungguin orang bikin mie, enak kan hidup aku

para laki yang bisa diandalkan

mereka koki luar biasa

Banyak Makna Tersirat

Beberapa perjalanan dengan teman berbeda. Namun, kali ini yang memberi kesan berbeda. Sebenarnya semua perjalanan akan sangat berkesan. Tergantung tujuannya. Tergantung bersama siapa kau berangkat.

  1. Saat perjalanan naik, akan banyak putus asa didalamnya. Pertanyaan hits yang selalu hadir disetiap kesempatan,“Kapan sampai?”. Dan pastinya anda akan banyak terbuai dengan jawaban teman,”Sedikit lagi sudah keliatan puncak!”. Awalnya anda akan senang, setelah itu anda akan tahu. Jangan percaya teman. Hahaa, itu hanya jawaban menenangkan untuk membuat anda tetap berjalan naik dan tidak memutuskan istirahat (lagi).
  2. Sampai diatas, tidak ada milik siapa. Hanya ada milik bersama. Kalian pergi bersama dan berangkat bersama. Menaikan tenda bersama, dan berjuang masak juga bersama. Tidak ada mendirikan tenda sendiri, semua mengambil peran. Dan aku suka dengan momen tersebut. 
  3. Semua saudara. Arogansi kau akan berkurang jika sudah sampai di puncak. Akan ada beberapa saling butuh saat diatas. Entah apa ada orang yang menghampiri kau untuk sekedar meminjam kompor? Atau justru sebaliknya, kau yang meminta bantuan untuk meminjam sesuatu. Semua tiba-tiba menjadi sangat akrab dan tidak ada gap. 
  4. Puas dan jadikan pembuktian diri. Perjalanan ke bukit bukan sebagai ajang ikut-ikutan. Tapi, terlebih dari pembuktian diri untuk dapat bisa naik ke atas. Banyak perjuangan, banyak penyesalan, tapi memberikan kesan kebersamaan dan mendadak dekat seperti saudara. Momen ini patut diperjuangkan.

Sekian perjalanan singkat namun berkesan. Walaupun aku cuma cerita bagian dari perjalanan saja. Pastinya aku ngga bakal lupa ngucapin thanks banget buat temen-temen SPI. Khususnya Fadel yang sudah mengajak teman lain dan mengambil tenda, serta alat masak. Thanks buat Eki yang paling jago naik gunung diantara kami, dia siap siaga banget! Ada juga Rudi, Risa, dan Iwan. Makasi ya buat jalan bersamanya. 

Oke, jangan lupa untuk tetap bahagia ditengah rutinitas. Jalan-jalan semampu dan selagi bisa. Jangan lupa sekitar. Silahkan ambil foto dan kenangannya, tapi jangan rusak alamnya. Silahkan tinggalkan semuanya, kecuali sampahnya! Salam.

Calon penulis, ASRI VITALOKA
asrivitaloka@gmail.com | IG : @asri_vitaloka

Behind The Schene


Ada satu foto yang aku maksa si Eki buat foto barengan dengan tas dibelakang punggung? Jangan kira aku yang bawa ya dari bawah. Seriusan, aku ngga sanggup. Tau kan yang bawa siapa? Taraaaammm

aku dan Oki!
tas merah di aku?


terus pindah tasnya


Ngga cuma tentang tas saja. Ada satu cerita agak lucu tapi menakutkan. Ditengah subuh, aku denger lonceng berbunyi. Awalnya sih ngga sadar. Setelah lumayan sadar,”Ris, itu bukan suara sapi gerak ya?”. Berhubung sebelah aku hening, ya lanjut tidur. Ternyata paginya kami saling cerita, tenda sebelah juga deg-degan denger sapi berkeliaran disekitar tenda. Dia jalan habis itu tenda. Hahaha…




si embek minta-minta di foto

Ditengah dilemma sapi. Ada kawan yang bener-bener ngga bisa tidur karna saking dinginnya. Pagi-pagi mata merah efek tidur hanya beberapa jam. 



tutup muka tetep dengan tangan penuh sampah mie instan

  bapak Rudiana

Diantara 4 pria, tau dong yang paling kuat jalan siapa? Eki! Yang paling menyerah kaya aku, si Abang Rudi dari Papua. Kami menggunakan alasan “lihat bintang” untuk berhenti dan duduk sejenak. Padahal mah capek aja. Makanya rokoknya kurangin bang!



persiapan foto si trio

  inilah mereka!!

Nah, tau kan yang paling ribet foto diantara mereka siapa?? Aku!! Yeay! Jadi harus dipublish. tapi, aku ngga sendiri ajaa..



dua pendaki bukit manjah


fadela

-Terimakasih-

Ngga cuma di Lombok aja lo kita ngeliat bukit-bukit dengan pemandangan luar biasa, yuk liat juga camping lucu di salah satu daerah Atambua. Dijamin deh pengen kesana. Klik aja link dibawah ini ya...
"Camping Lucu ala Anak Gunung Lakaan" 


No comments:

Post a Comment