Tuesday, June 6, 2017

Dua hari di Maumere of Flores ?


liat punggung aku aja ya.

Pernah begitu bersemangat terhadap sesuatu? Sudah sampai umur segini aku baru menyadari akan kesukaanku. Pertama, aku suka mengambil foto bagus. Kedua, mengolah dan mengeditnya. Ketiga, aku suka sekali berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Oke, sebenarnya lebih dari ketiga diatas? Kawan-kawan aku tau aku suka sekali makan. Hahaha.

Namun, kalau boleh cerita. Aku paling moody banget kalau sudah mencoba tempat baru. Suka atau tidak. Akan betah atau ngga. Tapi satu daerah yang ternyata bisa membuat aku jatuh cinta, yaitu Flores. Dan saatnya aku berkunjung ke “MAUMERE OF FLORES”. Mau tau wisata aku pas jalan di akhir bulan Mei lalu? Yuklah.
Dadakan kok. Setelah banyak jadwal kepergian mulai dari Mudik awal April, Labuan Bajo di akhir bulan. Awal bulan ke Pandaan, mampir ke Batu lanjut ke Bali dengan teman angkatan Flash dan akhirnya sampai juga di akhir bulan Mei. Aku tergoda dengan ajakan untuk mengunjugi kota Maumere. 

Ini kali pertama aku kesana. Setelah sebelumnya pernah menjajaki kota Ende. Sempat menyempatkan diri untuk berkeliling kota Ende mulai dari Taman Renungan dan Rumah Pengasingan Bung Karno hingga “sentuh Kelimutu”.

Jadi dua hari Maumere-Ende, dapat apa ya?

Liat patahan Tsunami Maumere

Baru setiba Aku di Maumere dan baru juga aku mendengar kalau Maumere menjadi satu titik terjadi Tsunami sekitar tahun 2002 (CMIIW). Kebetulan sekali, hari pertama akan dihabiskan dengan menikmati bawah laut Maumere dengan mengunjungi sekitar Pulau Pangabatang. Jadi akan ada kesempatan untuk melihat sisa-sisa Tsunami waktu itu.

kemana kapal menuju, aku ikut

sekilas tampak kapal tetangga

Dengan sebuah kapal nelayan, berangkatlah kami menuju titik-titik snorkling. Bawah laut Maumere memberikan nuansa berbeda jika dibandingkan tempat lainnya. Selalu saja ada cerita baru. Kali ini pemandangan bawah laut akibat patahan tsunami Maumere.

taken by my Brica B-PRO 5

yellow fin

Wow! Kata pertama yang terucap. Terlihat jelas di sekitar patahan Tsunami adanya perbedaan ketinggian air laut yang begitu dalam. Pinggiran antara keduanya ditumbuhi banyak terumbu karang. Tak hanya terumbu kosong lo ya. Ikan-ikan kecil banyak berkeliaran seakan memberikan pertunjukan luar biasa kepada pengunjung bawah laut yang datang.

Mereka banyak dan bergerak beriringan. So, beatifull!

Pulau Pangabatang

Sebenarnya aku agak ragu pulau yang dinamakan Pangabatang. Sewaktu jam menunjukan untuk makan siang, kami mengunjungi sebuah pulau. Pulau yang tak memiliki gunung atau bukit, hanya pepohonan, dan hamparan pasir pantai mengitari pulau. Aku rasa itu pulaunya.

Sepi, sekeluarga kambing mencari makan, dan ada kami.

diujung kapal, diatas laut dangkal

ala ala anak pantai kekinian

Kejar Sunset di Coconut Island Beach

Terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan. Kami memutuskan beristirahat di Maumere. Capek liat ikan dibawah laut. Tujuan selanjutnya kejar sunset di sebuah pantai yang dimiliki oleh hotel mahal Coconut Island Beach.

Satu tau ngga yang kurang? Apa?
Pasangan hidup yang menemani waktu indah matahari tenggelam. Itu aja sih.

sunset di kawasan hotel yang cocok untuk bulan madu

Malam terakhir di Maumere

Bingung mau kemana? Tak banyak memang yang dapat dilakukan jika anda menghabiskan waktu di Maumere. Berhubung itu malam minggu, kami putuskan untuk menghabiskan waktu di rooftop sebuah hotel. Cappa hotel.

Entah karena musim puasa atau apa. Waktu itu tak banyak pengunjung, sepi.

Dua pantai terbelah bukit, Koka Beach

Aku penasaran dengan spot pantai Koka. Ada yang mengatakan begitu bagus sehingga terkenal dan wajib dikunjungi. Untuk sampai kesana dari Maumere dibutuhkan sekitar 2 sampai 3 jam dari Maumere ke arah Ende. Begitu sampai aku berdecak melihat ombaknya yang menggulung tinggi.

tarian bapak pencari ikan

sekilas Koka dari sudut lain

Jika tergoda untuk melakukan tracking, bisa lo ya. Cukup mengeluarkan uang sebesar 5000 rupiah anda dapat masuk dan tracking ke atas bukit untuk melihat pantai dari atas. Cobain deh.

Katanya anda juga harus nyobain masakan lobster enak seharga 50K di warung sekitar sana. Tapi waktu itu sudah habis dibeli sama semua turis yang mengunjungi pantai. Mungkin mereka tahu aku sedang diet.

warung paling hits penjual Lobster

Rasakan sensasi menginap di penginapan Koka Beach

Nah, waktu bertanya ke ibu penjaga warung dan penjual kain ternyata ada beberapa penginapan di sekitar sana. Sebuah rumah panggung dengan kamar sederhana dihargai seharga 150K dan anda dapat menikmati sensasi menginap didekat pantai Koka. Tapi, disana kurangnya belum ada listrik lo ya. 

Kembali ke alam. Alam pantai, begitu natural, dan sederhana.

over size from badan princess

i am not in action

siluet wajah senyum hidung kecil

Oke, itu semua cuplikan cerita yang bisa aku bagikan. Tentunya ngga lupa aku berikan tips-tips saat harus mengunjungi Maumere apalagi cuma dua hari saja ya. Ngerti kok, cuma ngabisin weekend aja kan? Nih tips yang bisa kamu terapin. Semoga bermanfaat.

Pastikan tujuan utama kamu ya
Waktu itu diputuskan untuk bisa mengunjungi bawah dan daratan Maumere di hari pertama. Jadi begitu datang kami langsung dijemput menuju pulau Pangabatang.

Siapkan makanan secukupnya
Selalu saja kesulitanku untuk pergi ke daerah NTT adalah makanan. Jadi pastikan tanya sama travel atau kawan dekat kalian untuk keperluan membeli makanan ya. Kadang, semakin pelosok akan semakin susah cari makan.

Bawa alat snorkling pribadi
Kawan disana memberikan informasi kalau tidak disediakan penyewaan snorkling. Jadi mau ngga mau bawa sendiri ya. aku sih nyewa di Kupang sebesar 100K per hari.

Pandai menghitung waktu perjalanan
Selalu siapkan cadangan tujuan kalian ya. Bisa saja ada tutup jalan dimana-mana dan akhirnya kalian harus berdiam di satu tempat. Kalau kemarin kami tidak lelah, sebenarnya anda dapat menyisipkan kunjungan ke Kelimutu pada Minggu subuh. Maka anda akan dapat menikmati sunrise Kelimutu yang luar biasa menakjubkan sebelum sampai di Pantai Koka.

Persiapkan diri anda untuk alam Flores yang sejuk, indah, dan hutan banget
Perjalanan Ende-Maumere itu jauh namun tidak membosankan. Sesekali anda diharuskan membelok tajam, berdecak kagum akan alam. Pokoknya aku ngga mau kasi tau, kesana aja ya? haha.. kalau mau nanya. DM aku aja di instagram aku @asri_vitaloka.

Let's enjoy Maumere of Flores!
in frame : Suradhipa


Selamat jalan-jalan. Uang bisa dicari, tapi pengalaman itu susah buat dapat sendiri dan ngepasin waktu untuk merasakannya. Apalagi pegawai kantoran. So, Thank GOD! Thanks juga buat yang udah ngunjungin blog aku. Salam buat temen deket kalian, salam buat keluarga kalian, salam kenal juga buat kamu tentunya. Sapa tau besok kita temenan.
 
Calon penulis, Asri Vitaloka

Oiya, udah liat belum perjalanan aku pas tidur di kapal, makan di kapal, ngga bisa main handphone, liatin komodo, mainan sama Manta. Lengkap pokoknya. Udah liat belum? Kalau belum liat, klik aja deh link di bawah aku. Yah kali kali kamu kesana kan? 
 "Tak Pernah Menyerah dengan Labuan Bajo"

2 comments:

  1. keren banget pengalaman kamu, terima kasih udah berbagi cerita Maumere. masih cari waktu yang tepat untuk kesana. nasihat kamu akan saya ingat terus: "Uang bisa dicari, tapi pengalaman itu susah buat dapat sendiri dan ngepasin waktu untuk merasakannya"

    ReplyDelete
  2. keren banget pengalaman kamu, terima kasih udah berbagi cerita Maumere. masih cari waktu yang tepat untuk kesana. nasihat kamu akan saya ingat terus: "Uang bisa dicari, tapi pengalaman itu susah buat dapat sendiri dan ngepasin waktu untuk merasakannya"

    ReplyDelete