Sunday, November 4, 2012

First [19]


Lanjutan FIRST [18]

Jangan Lewatkan tulisan-tulisan lain mengenai First, banyak cerita dan kisah didalamnya hasil dari buah pikiran seorang Asri Vitaloka. Keseluruhan terjadi dikehidupan sehari-hari dan dibuat semata-mata perjalanan hidupnya dalam perjalanan usia ke-20. Kini, ia telah berusia 20 tahun, lalu apa yang dapat ia perbuat? Dan apa kisah yang dapat anda ambil untuk kehidupan anda? 

Kesempatan datang tidak 
pernah dua kali. Ambil dan Lakukan?

Sering kali banyak orang melewatkan kesempatan kecil yang ada didepan mata. Disaat dia sadar telah melewatkannya maka yang ada hanyalah suatu “penyesalan”.
Tapi, tidak sedikit orang yang pintar membaca banyak peluang yang ada. Mengambilnya dan memanfaatkan segala kemungkinan peluang yang ada. Maka, berhasillah mereka.
Percaya dan biarkan sekelilingmu menciptakan kesempatan-kesempatan. Kamu bisa menunggu atau membiarkan kesempatan itu datang. Kesempatan itu akan ada jika kamu siap menerima kesempatan yang ada. Maka, sesuatu akan terjadi.
Seperti kejadian-kejadian kecil yang membuat aku tidak akan pernah menghilangkan atau membuang sekecil apapun kesempatan yang datang. Kebetulan aku mengikuti salah satu organisasi Hindu di Bandung, yaitu KMHDI, organisasi yang menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa Hindu di Bandung. Awal mula aku mengikuti organisasi ini dikarenakan aku tergiur dengan pengetahuan sekitar susunan organisasi atau apapun itu yang berhubungan dengan sebuah organisasi. Namun, apa yang terjadi? Setahun, aku mengalami vakum mendadak. Aku tidak terlalu mengerti mengenai apa yang sedang berjalan di organisasi ini. Mereka membicarakan rapat besar, susunan, struktur dan masih banyak lagi. Sekilas, aku seakan salah masuk kedalam sebuah organisasi. Aku tidak terlalu mengerti dengan segala bahasa berat yang mereka perbincangkan. Hingga suatu saat aku sadar. Aku sedang diarahkan.
Pernah aku mengatakan bahwa disaat mimpi ada, keinginan terbentuk maka bisa saja alam semesta akan menciptakan semuanya menjadi nyata. Dan ini salah satu yang aku kira aku sedang diarahkan menuju impian-impianku. Dengan memasuki organisasi ini, aku mendapat kesempatan untuk mengikuti beberapa pelatihan yang dikhususkan bagi anggota organisasi.
Salah satu impianku untuk berkecimpung di bidang pertelevisian, majalah dan sejenisnya sedikit mengalami pencerahan. Dulu, aku sama sekali tidak tahu menahu mengenai dunia yang aku senangi itu. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit aku mulai menyentuhnya.
Pelatihan menjadi pembawa acara dengan salah satu pengisi acara berasal dari RCTI. Disana, aku mengetahui bagaimana seseorang dengan background kuliah yang berbeda dapat memasuki dunia pertelevisian. Bahkan, salah satu kameramen di RCTI waktu itu adalah lulusan sarjana pertanian di Bogor. Banyak pengalaman, banyak kesempatan, banyak masukan dan banyak cerita. Ini disebabkan oleh KMHDI. Padahal tujuan awalku masuk kesana berbeda, namun siapa menyangka “inilah jalanku”.
Berbeda KMHDI, berbeda lagi KMH Saraswati. Disini aku mendapatkan pengalaman yang berbeda. Aku masuk kedalam suatu divisi Media tanpa tahu menahu mengenai media. Aku hanya mendengar media dari ajakan sang koordinator Media sebelumnya. Aku diajak dan aku menganggap itu suatu kesempatan. Aku ambil.
Ternyata, itu bukan pilihan yang salah. Masuknya aku di media membuat aku merasakan bagaimana aku menjalani kehidupan sebagai jurnalis. Walaupun bisa dikatakan itu bukan suatu pengalaman yang terlalu luar biasa. Namun, paling tidak aku merasakan pertama kali menulis dan tulisanku dihargai adalah disaat aku menjadi anggota divisi Media. Kenapa begitu? Aku masuk ke dalam divisi Media sekaligus menjadi anggota redaksi dari suatu majalah Rwa Binedha. Aku menulis, disuruh menulis, dianjurkan menulis dan karyaku dijadikan artikel-artikel di buletin Rwa Binedha waktu itu.
Hingga, aku terbiasa menulis artikel dengan segala permainan kata-kata. Mencari dan membaca artikel demi artikel. Menyimpulkan dan menyajikan kembali hingga tercipta sebuah artikel yang siap untuk disajikan didalam buletin Rwa Binedha. Aku senang. Dan jujur, aku termotivasi.
Aku merasa aku tidak salah memilih. Mengambil kesempatan dan memanfaatkan. Bekerja keras dan tanpa sadar kamu telah berusaha mewujudkan salah satu mimpimu. Tanpa disadari, tanpa direncanakan, dan tanpa pamrih. Mimpimu terwujud dengan hanya mengambil kesempatan. Kesempatan dan kesempatan.

@vitalokaAsri
bersambung...

No comments:

Post a Comment