Sunday, January 24, 2016

Explore NTT–Cari Nyong dan Nona di Dermaga Namosain

Gambar "Tim survey nyong & nona di dermaga Namosain, Kupang"

Siapa bilang dermaga cuma buat bersandarnya kapal? Mungkin di tempat lain iya, tapi di Kupang berbeda. Sebuah dermaga yang tak jauh dari pusat kota Kupang jarang dihampiri kapal. Tak jauh lokasinya, karena Kupang memang dekat dengan laut. Tak jarang anda bahkan bisa melihat garis laut saat menuju perjalanan kesana. Dan lagi, sama seperti biasanya di hari Sabtu menjadi ajang untuk menjelajah kota Kupang. Kali ini, kami akhirnya memilih sebuah dermaga.

Jika anda penduduk kota Kupang asli, maka pasti anda mengenal daerah Namosain. Saat anda melanjutkan perjalanan jauh hingga ke Tenau maka anda akan mendapatkan pelabuhan yang menjadi tempat berlabuh beberapa kapal besar sebelum melanjutkan kembali perjalanannya. 

Kali ini perjalanan kami tanpa disenggaja. Waktu weekend yang sedikit membuat kami harus memilih tempat yang tidak terlalu jauh sebagai tempat untuk berlibur. Akhirnya kami berjalan menuju dermaga Namosain. Aku menyebutnya begitu karna kalau tidak salah nama daerahnya Namosain.

"Please bro! Mukanya kedeketan ituloh yang lain ngga keliatan. (emot senyum)" 
-Instagram : @asri_vitaloka
 
Perjalanan menuju ke tempat tersebut tidaklah jauh, hanya sekitar 15 menit dari pusat kota. Dalam perjalanan anda akan menikmati jalanan yang tidak hanya lurus, namun juga menanjak dan sedikit berkelok. Sebelum sampai ditempatnya anda akan melihat beberapa penjual ikan mengelar dagangannya disepanjang jalan. Maklum, Kupang yang dikelilingi laut memiliki hasil laut berlimpah dan dijadikan sebagai penghasilan utama oleh beberapa warga setempat. Tidak hanya penjual ikan, anda akan melihat beberapa pohon palm besar sepanjang perjalanan.

Dermaga tersebut tergolong jarang terlihat kapal bersandar. Kemungkinan hanya digunakan untuk beberapa kondisi, seperti tidak ada dermaga kosong yang dapat disandarkan. Tidak ada pintu masuk atau papan besar sebagai penanda bahwa itu adalah sebuah dermaga. Namun, pipa-pipa besar yang terpajang diujung dermaga dekat jalan menjadi penanda ujung tempat tersebut. 

Tidak sedikit warga menghabiskan waktu untuk memancing di ujung dermaga jika sore tiba. Selain itu, beberapa nyong dan nona sesekali terlihat menghabiskan waktu disana. Yah, salah satunya kami. Tapi, maaf bukan modus buat cari jodoh ya. Kalau pas ada, yah berarti rejeki! 

Sekedar menghabiskan waktu menikmati air laut dan angin pinggir pantai. Namun, bedanya anda berada diatas dermaga. Dari ujung dermaga, anda dapat menikmati lekukan ujung kota Kupang. Berbeda dengan nyong-nyong (baca : anak muda lelaki Kupang) saat berada disana, mereka memanfaatkan dermaga sebagai tempat untuk terjun bebas ke dalam air laut. Mungkin berbahaya, namun mereka seakan sudah biasa melakukannya dan tanpa ragu menggunakan segala bentuk gaya sebelum sampai ke dalam air. Bahagia dan tawa keras tak jarang keluar sebagai penanda bahwa mereka senang melakukan hal tersebut.

Sesudah sampai disana, tak banyak yang dapat dilakukan. Namun cukup untuk menghilangkan kepenatan dengan pelanggan dan rutinitas sehari-hari. Oiya, jangan lupa juga untuk mengambil gambar sebanyak mungkin karena pemandangannya begitu menyenangkan! Tak cuma itu, pencahayaannya juga begitu bagus di sore hari.

 - Pemandangan sebelum perjalanan menuju Dermaga Namosain -
Catatan :

Dari dermaga tersebut, ada satu momen yang menurut aku agak menyenangkan. Kupang memiliki mayoritas umat beragama Kristen dengan salib sebagai simbolnya dan sebelum sampai disana, anda akan melihat 3 buah salib terpaku dengan kayu besar tepat di tembok dengan pemandangan birunya laut dan dermaga pun terlihat dari sudut tersebut. Begitu indah, dan juga dengan lokasinya yang tepat didepan gereja. Beberapa foto akan disajikan diatas.(AV)

Check our intagram for the video. My best friends comes with me for enjoy the holiday and that’s so fun! My address instagram is @asri_vitaloka. 

And please enjoy my other story about NTT.

No comments:

Post a Comment