Saturday, August 30, 2014

4 Orang Berpengaruh dalam Hidupku!



Pastinya kita setuju jika aku mengatakan,”Salah satu penyebab kesuksesan adalah diri sendiri dan orang lain yang selalu mendukung apapun yang kita lakukan”. Ini terjadi dalam hidupku. Mungkin saat ini aku bukanlah seorang artis terkenal, seorang karyawan dengan posisi memuaskan, atau seorang mantan mahasiswi yang kaya raya.

Aku hanyalah Asri Vitaloka. Yang kini berusia
22 tahun, hidup sehat dengan segala hal yang telah dilakukannya. Lulus kuliah dari jurusan Elektro, walaupun tidak terlalu menempel didalam diriku. Paling tidak aku lulus cukup memuaskan dan bisa membuat kedua orang tuaku bahagia. Aku suka menulis. Aku suka membaca. Aku suka banyak hal yang berhubungan dengan media, broadcasting, dan sejenisnya.

Hingga akhirnya aku sadar. Aku bisa seperti ini dikarenakan beberapa orang yang sudah membentuk aku baik sengaja maupun tidak sengaja. Hingga akhirnya aku menemukan jati diriku yang sesungguhnya. Yaitu menjadi seorang penulis atau di bagian media entertainment. Tidak hanya ingin menjadi apa aku saat ini, tetapi aku sadar aku tumbuh dan berkembang dengan segala sikap dan kebiasaan yang dibentuk oleh orang tuaku. Tetap menjadi seorang yang disiplin, tegar, berdiri sendiri, dan selalu menjunjung nilai kejujuran adalah nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tuaku. Berusah mengembangkan apa yang bisa aku kerjakan dan tetap maksimal dijalannya, selalu konsisten dan tetap teguh mencapai hasil adalah apa yang pernah diajarkan oleh pacarku, Yogiswara Gheartha. Dan tentunya tidak lupa untuk selalu mengingat orang disebelahmu, menciptakan rasa nyaman, kembali kepada alam, dan tetap selalu bersyukur terhadap apapun adalah nilai yang aku dapatkan dari sahabat aku, si Jimbo Rawamangs.

MAMA

Mama adalah sosok yang paling kuat dalam membentuk diriku saat ini. Beliau adalah sosok keras dengan segala ajaran otoriter dan disiplinnya dalam mendidik semua anak-anaknya. Aku terbentuk menjadi seseorang dengan tingkat disiplin tinggi, selalu melakukan semua dengan sempurna, dan selalu mengutamakan perfeksionis dalam hasil. Mamaku mengajarkan aku untuk tidak selalu puas dalam pencapaian saat ini. Ini menyadarkan aku bahwa diatas langit masih ada langit. Gunakan itu sebagai taraf pencapaian prestasi yang bisa kamu dapatkan. Maka, aku terbentuk menjadi individual yang tegas, sempat memiliki kedisplinan yang tinggi, kebersihan yang utama, dan selalu ingin memiliki lebih untuk menjadi seseorang dengan daya juang yang tinggi. Thanks mom!

Gambar Dira (sista), MOM, and Dara (sista)

 BAPAK

Berbeda dengan gaya didikan mama yang otoriter, tegas, dan disiplin. Bapakku hadir dengan nilai-nilai yang berbeda. Kesabaran, kejujuran, dan menerima segalanya dengan syukur akan menjadikan aku sebagai pribadi yang lebih baik. Menjadi sebuah pelengkap bahwa didalam menjalani hidup, kita diharuskan untuk tetap bersyukur, tetap bersabar, dan selalu beranggapan bahwa semua yang terjadi memang sudah diharuskan terjadi. Tidak ada salahnya jika beberapa saat kita diharuskan untuk bersabar dan menunggu hingga waktu kita untuk bangkit ada! Thanks Bapak.

 Gambar Dara (my sista) and Bapake

MY BOY TODAY

Aku bersyukur menemukan seorang pacar seperti Yogiswara Gheartha. Dia berhasil membuat aku mengetahui apa yang sebenarnya ingin aku lakukan. Walaupun hingga kini buku yang aku buat belum terselesaikan, tetapi dia yang telah membuat aku memulai hobby aku untuk menulis. Untuk mengembangkan cita-cita menjadi seorang penulis. Buku aku yang berjudul “First” telah hadir di dalam blog ini. Aku sangat berterima kasih atas segala dukungan dari Yogi, karena dengan kehadirannya aku dibuat untuk tetap menjadi seorang wanita yang tidak cenggeng, dan selalu mengingat segala mimpi yang dimiliki. Untuk mimpi yang selalu harus dikejar dan dicapai. Thanks Yogi.

 Gambar Me with My Boy Today, Yogiswara Gheartha
JIMBO

Haha.. Kenapa aku memasukan nama Jimbo dalam 4 orang berpengaruh dalam hidupku? Ini semua karena ketiga orang diatas mengajarkan aku untuk bagaimana menjadi seseorang yang harus berjuang dan menjalani hidup dalam mencapai segala prestasi yang harus aku dapatkan. Tetapi, berbeda dengan si Jimbo yang memiliki nama asli Wira Wirawan. Dia adalah satu sahabat yang selalu mendukung disaat aku baru memulai karir di Jakarta. Seringnya berteman dengan Wira membuat aku sadar bahwa sesekali hidup tidak hanya mengenai pencapaian, tetapi juga ada yang namanya istirahat. Istirahat untuk menikmati hidup, istirahat untuk tidak hanya memikirkan apa yang harus dilakukan. Tetapi, bagaimana kita menjalani hidup apa adanya dengan segala kenikmatan mengenai jalan-jalan, alam, dan dia mengajarkan aku untuk selalu ikhlas membantu orang lain. Rasa syukur berlimpah dan rasa bahagia luar biasa hanya karena hal sepele. Bukan hanya mengenai bagaimana mencapai sesuatu tetapi bagaimana bisa menjalani semuanya dengan bahagia dengan orang-orang luar biasa disekeliling aku. Thanks Jimbo!

Gambar Me with my friends, Wira Wirawan

Asri Vitaloka
Instagram : Asri Vitaloka

No comments:

Post a Comment