Tuesday, June 26, 2012

Kalo PLN mati, Teleponnya gimana?


Perangkat-perangkat yang ada dalam dunia per-telekomunikasi-an tidak boleh mati sedetikpun. Tapi, pasti terdapat beberapa gangguan yang dapat menyebabkan matinya suatu perangkat. Namun, jangan khawatir! Mau tau gimana biar mesinnya tetap menyala disaat sumbernya (PLN) mengalami gangguan??


          Enam minggu, jadwal yang diberikan oleh kampus untuk aku dan 9 orang kawanku melaksanakan gladi di Arnet PT. Telkom Mataram. Kami dibagi menjadi beberapa divisi, seperti SKSO, CME, Multimedia dan DCS.
Untuk dua minggu pertama aku mendapat kesempatan pada divisi CME, singkatan dari Civil Mechanical Electrical. Bagian CME bisa dikatakan sebagai nyawa dari dunia telekomunikasi-an.
Sesungguhnya di Arnet PT. Telkom Mataram atau dimanapun hampir memiliki struktur catu daya yang serupa. Disana kami mempelajari bahwa dunia telekomunikasi membutuhkan sumber catu daya, proses pengolahan dan catuan daya hingga siap digunakan. Kami mengenal ruang generator (diesel), ruang kontrol panel, ruang rectifier dan ruang baterai. Perangkat-perangkat yang ada pasti membutuhkan power supply agar dapat bekerja dengan baik.
Bagaimana jikalau PLN suatu saat nanti terjadi gangguan dan mati tiba-tiba? Maka perangkat tidak akan mendapatkan power supply dan mati, sedangkan telepon tidak boleh mati sedetikpun.
Untuk itu dibutuhkan power supply sementara untuk menggantikan arus listrik PLN.  Namun timbul masalah lain, generator untuk menyala secara otomatis dan siap digunakan membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 1 menit sebelum menggantikan sumber listrik dari PLN. Lalu bagaimana mengantisipasi 1 menit tersebut? Dan disinilah kami mengetahui alur sesungguhnya dari sumber catuan dan antisipasi agar perangkat tidak dapat mati sedetikpun.


Catuan daya PLN sebagai input awal dengan arus berjenis AC tidak dapat digunakan langsung oleh perangkat-perangkat telekomunikasi. Arus AC akan diubah menjadi DC melalui rectifier, dan output inilah yang akan disalurkan dan digunakan oleh beban-beban (load) selanjutnya. Dari sumber arus melalui PLN telah dipasang secara paralel dengan generator. Ini diperuntukkan agar menggantikan catuan daya PLN yang sewaktu-waktu dapat mati. Selain itu juga diparalelkan dengan baterai. Mengapa?
Baterai dibutuhkan dalam rangkaian catuan daya ini untuk menggantikan sementara fungsi dari generator. Telah dikatakan sebelumnya bahwa generator membutuhkan waktu untuk berfungsi secara otomatis apabila catuan dari PLN mati mendadak, maka baterai yang akan mengantikan. Disaat PLN memberikan power supply, baterai mengalami masa charger atau pengisian dan generator dalam keadaan mati. Berbeda dengan keadaan PLN tidak memberikan power supply maka baterai akan berfungsi memberikan power supply dan generator secara otomatis akan menyala.
Demikianlah sekilas mengenai “nyawa” dari dunia telekomunikasi-an dengan beberapa perangkat yang bersifat “tidak boleh mati”. 

No comments:

Post a Comment